Izin Pembangunan Perumahan di Surabaya Mengacu SDMP

Big Banner

 Surabaya – Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menilai, pemberian izin pembangunan perumahan dan perkantoran di Kota Pahlawan masih mengacu perencanaan lama tahun 1998 atau disebut Surabaya Drainage Master Plan (SDMP).

Pemberian izin khususnya untuk pengembang perumahan dan perkantoran, lanjut dia, tanpa mengindahkan kawasan sekitarnya, sehingga menjadi salah satu penyebab adanya genangan air dan banjir di beberapa wilayah Surabaya.

“Saya menilai genangan dan banjir lokal di Kota Surabaya belakangan ini akibat dari sistem perizinan yang tidak baik, atau kajiannya yang perlu dipertanyakan,” kata Syaifuddin Zuhri di Surabaya, Minggu (13/3).

Menurut dia, acuan yang dipakai SDMP itu hanya dihitung untuk 10 tahun kedepan, yakni hanya sampai 2008. Sampai sekarang, SDMP itu belum di-update. Artinya SDMP yang jadi acuan pemkot saat ini sudah tidak cocok dengan kondisi kekinian.

“Sekarang sudah tahun berapa? Pantas saja jika sistem drainase di beberapa wilayah Surabaya tidak mampu menampung besarnya debit air yang mengalir. Sehingga mengakibatkan genangan air di mana-mana,” katanya.

Untuk itu, kata dia, pemkot harus mengkaji akibat pemberian izin pembangunan dari hulu sampai hilirnya. Mulai kondisi elevasi tanah juga eksisting di wilayah itu jika didirikan bangunan baru, apapun bentuknya.

“Kami minta pemkot membuat SDMP yang baru, sebelum mengeluarkan perizinan. Karena selama ini proses dan sistem perizinan yang dikeluarkan Pemkot Surabaya hanya manis di administrasi saja karena hanya berdasarkan data di meja, tapi tidak melihat kondisi yang sebenarnya seperti apa di lapangan,” katanya.

/FER

ANTARA

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me