Bangunan Bekas Perang Dunia II Jadi Kantor Pusat Fendi – Property

Big Banner

ITALIAFashion brand yang berbasis di Roma Italia, Fendi, yang dipimpin oleh CEO Pietro Beccari, telah berhasil merestorasi sebuah bangunan yang dulunya digunakan sebagai pameran dunia.

Adalah bangunan bernama Palazzo della Civiltà Italianà, sebuah menara marmer megah berlantai enam yang dari luar bangunan menampilkan bangunan dengan lengkungan neoklasik yang tidak pernah termakan zaman, dengan kaca dan jendela perunggu yang menambah sepanjang semua empat sisi bangunan.

Mengutip dari laman Wallpaper*, Jumat (1/1/2016), bangunan ini direstorasi selama 18 bulan, dan telah membangkitkan bangunan seluas 20.000 meter persegi ini dari tidur panjang dan mengubahnya menjadi markas resmi dunia.

“Ketika Pietro datang kepada saya memberitahu ide (membeli bangunan) ini, saya berkata, ‘Kamu pasti bercanda dengan saya’,” ujar Silvia Fendi, merupakan cucu dari Edoardo dan Adele Fendi yang mendirikan label bulu dan kulit ini terkenal di 1925.

“Bagi kami, ini akan jadi seperti memiliki kantor kami di Trevi Fountain. Itulah cara ‘monumen Romawi’ palazzo ini,” tambahnya.

Dia bersama timnya akan benar-benar bekerja di luar di bawah langit biru dan teriknya matahari Roma. Semua enam lantai bangunan Palazzo bermandikan cahaya langit melalui barisan ruang bangunan dari jendela setinggi 9 meter. Tak akan ada dinding yang menutupi, namun lebih banyak memberikan pemandangan dari luar ruangan, serta promenade anggun melengkung sebagai karya Renaissance palazzo.

“Tempat ini tidak pernah dirancang untuk rumah kantor,” kata Marco Costanzi, arsitek proyek.

“Ini dibangun sebagai ruang pertunjukan untuk menunjukkan hal-hal, khususnya (karya) pengrajin Italia. Jadi ruang sangat besar, tak terbatas.” sambungnya.

Sekadar informasi, pada 1938, Benito Mussolini memerintahkan agar mengubah tanah seluas 420 are yang tidak ada satupun kehidupan manusia, berada lima mil di luar pusat Roma menjadi pencakar langit dan menanam pohon-pohon baru di sekitarnya. Disebut EUR (Esposizione Universale di Roma), kota mini ini ditetapkan untuk memainkan peran utama pada pameran dunia Roma 1942, platform yang sempurna dari kemegahan dan kekuatan kerajaan politik Mussolini.

Perang Dunia II telah menghancurkan rencana sang Raja ketika itu. Pameran dunia langsung dibatalkan, Mussolini akhirnya digulingkan, dan EUR ditutup, meninggalkan semua gedung baru dibiarkan begitu saja dengan tidak ada aktivitas. Sejak itu, bangunan ikonik ini telah ditinggalkan kosong, sehingga memberikan kesan menakutkan.

Selama tujuh dekade terakhir, ada penyewa yang sesekali datang atau peserta pameran (seperti Giorgio Armani) yang menjadikan bangunan ini sebagai tempat tinggal sementara di interior besar Palazzo della Civiltà ini. Tetapi keseringan, bangunan raksasa ini dibiarkan begitu saja.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me