Makna Patung Pancoran Dinilai Berkurang, Ini Alasannya – Property

Big Banner

JAKARTA – Monumen Patung Dirgantara atau yang dikenal dengan Patung Pancoran dinilai tidak lagi mempunyai makna. Pasalnya, Markas Besar TNI Angkatan Udara (TNI-AU) sudah tidak lagi berada dekat dengan patung tersebut yang mengusung semangat heroisme, patriotisme dan nasionalisme dari para tentara penerbangan kebanggaan nasional tersebut.

Pengamat Perkotaan, Yayat Supriatna menjelaskan, tadinya kantor pusat Dirgantara tersebut berada tepat di depan kompleks perkantoran Wisma Aldiron Dirgantara, Pancoran. Namun kini, Markas Besar TNI-AU tersebut sudah dipindah ke Cilangkap, Jakarta Timur.

“Makna Patung Dirgantara berkurang karena (kantor) Dirgantara dipindah ke Cilangkap,” ujar pengamat perkotaan Yayat Supriatna kepada Okezone, Jakarta, Selasa (5/1/2016).

Padahal, lanjut Yayat, patung yang digagas pembangunannya oleh Presiden pertama RI, Soekarno, dengan menunjuk Edhi Sunarso sebagai pembuat patungnya, itu sengaja dibangun berdekatan dengan Markas Besar TNI-AU. Sebab, juga berdekatan dengan Lapangan Udara Tjililitan, yang kini dikenal sebagai Bandar Udara (Bandara) Halim Perdanakusuma.

“Soalnya kan dulu berdekatan langsung dengan Lapangan Udara Cililitan, yang menjadi pintu gerbang menuju Jakarta bagi pendatang yang baru saja mendarat di sana,” terangnya.

Sekadar informasi, Patung Dirgantara atau yang dikenal dengan Patung Pancoran ini merupakan hasil karya Edhi Sunarso. Edhi dikabarkan meninggal dunia pada Senin 4 Januari 2016 malam pukul 23.15 WIB di RS Jogja International Hospital. Seperti diketahui, karya Edhi tidak hanya berupa Patung Dirgantara, melainkan sederetan masterpiece lainnya berhasil ditorehkannya, seperti Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, dan juga diorama Monumen Nasional (Monas).

(dhe)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me