Alasan Properti New York Diramalkan Tembus Rp13.920 Triliun – Property

Big Banner

NEW YORK – Kementerian Keuangan New York meramalkan nilai properti kota New York pada tahun fiskal 2017 akan mencapai USD1 triliun atau setara Rp13.920 triliun (mengacu kurs Rp13.920 per USD) atau naik USD102,5 miliar (10,6 persen).

Dilansir dari laman CNBC, Selasa (19/1/2016), New York telah menjadi salah satu pasar real estat yang paling ‘hot’ di Amerika Serikat (AS). Pasalnya pada 2015, harga real estat per kaki persegi di Manhattan mencapai rekor tertinggi. Hal ini diungkap oleh Douglas Elliman pada Oktober tahun lalu.

Tak hanya properti, namun biaya hidup di kota juga masih tetap tinggi. Bahkan dalam menghadapi ekonomi global yang terus cenderung melemah, rata-rata sewa untuk satu kamar apartemen melebihi USD3.000 atau setara Rp41,760 juta (mengacu kurs Rp13.920 per USD) per bulan. Demikian data menurut Rent Jungle.

Melonjaknya nilai properti juga diakibatkan oleh harga, sebagai pemilik rumah di kota ini yang telah bergulat dengan tagihan pajak properti lebih tinggi.

Tidak ada tempat yang merupakan tren nilai properti lebih tinggi daripada Brooklyn. Data pemerintahan New York menunjukkan bahwa akun apartemen sewa untuk 55 persen dari semua konstruksi di wilayah itu.

Adapun nilai pasar secara keseluruhan untuk rumah tunggal dan rumah keluarga melonjak 12 persen seluruh kota.

(dhe)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me