Listrik Jadi Penghambat Pelaksanaan Satu Juta Rumah – Property

Big Banner

JAKARTA – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mengeluhkan sulitnya proses pengurusan izin pemasangan instalasi listrik.

Menurut Ketua Dewan Pengurus Pusat Apersi Eddy Ganevo, lamanya waktu pengurusan instalasi listrik turut menghambat program satu juta rumah yang tengah dibangun oleh pemerintah.

“Waktu sambungan listrik itu masih lama di Indonesia. Meskipun sekarang ditetapkan 40 hari namun masih jauh lebih lama dibanding dengan Malaysia yang di bawah 20 hari,” ujar Eddy saat mengungkapkan keluhannya kepada PLN di Gedung Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jakarta, Kamis (21/1/2016).

Lamanya waktu pengurusan izin pemasangan instalasi listrik hingga mendapatkan surat laik operasi (SLO) ini juga berdampak pada kepercayaan masyarakat untuk membeli rumah dari program pemerintah. Bahkan, realisasi proyek satu juta rumah pun menjadi terbengkalai akibat lamanya proses izin pemasangan instalasi listrik.

“Kepercayaan masyarakat untuk membeli rumah kita jadi berkurang. Sebab pemasangan instalasi listrik masih sangat lama. Ini juga berdampak pada molornya pembangunan program satu juta rumah. Program satu juta rumah baru berhasil dibangun 140.000 unit. Ini salah satunya disebabkan karena menunggu instalasi listrik,” keluhnya.

Untuk diketahui, hari ini Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama PT PLN (Persero) melaksanakan soft launching layanan satu pintu sambungan listrik. Pada program ini, pemerintah berencana akan mempersingkat waktu proses pemasangan instalasi listrik dan SLO dari sebelumnya yang rata-rata mencapai 79 hari menjadi 40 hari.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me