Fokus Kemenpera Bantu Perumahan Masyarakat

Big Banner

(Berita Daerah – Nasional) Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz, mengklaim telah fokus guna membantu, terutama masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki rumah layak huni dalam rangka mengatasi permasalahan backlog (kekurangan) perumahan di Tanah Air.

Kemenpera akan terus fokus membantu masyarakat untuk membangun serta memiliki rumah yang layak huni. Contohnya adalah sejumlah program telah diresmikan seperti hasil pembangunan bedah rumah, sarana MCK komunal, serta rumah susun sewa yang dibangun Kemenpera di sejumlah daerah.

Program tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat serta Pemda setempat untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal agar lebih layak huni.

Pemerintah pusat melalui Kemenpera dikatakan sangat memperhatikan warga miskin, seperti saat awal dirinya menjabat, pemerintah hanya membantu sekitar 25.000 rumah warga miskin untuk dibedah. Namun saat ini jumlahnya ditingkatkan menjadi 250.000 unit rumah per tahun, sehingga lebih banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang menerima bantuan tersebut.

Pemerintah sendiri diminta memberikan perhatian kepada insentif rumah murah guna mengatasi persoalan masih banyaknya warga berpenghasilan rendah yang belum memiliki tempat tinggal.

Di tengah kejenuhan pasar properti khususnya segmen menengah atas, sebaiknya pemerintah memberikan perhatian bagi insentif rumah murah. Perhatian yang lebih besar bagi insentif rumah murah karena kondisi saat ini dengan naiknya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dinilai bakal menggerus daya beli konsumen.

Hingga saat ini, Kementerian Perumahan Rakyat masih belum efektif dalam menjalankan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Untuk itu, FLPP yang dimaksud agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat lebih mudah dalam memiliki rumah, juga harus dirangkai dengan subsidi selisih bunga untuk properti di segmen menengah agar semua lapisan konsumen mempunyai kesempatan untuk memiliki hunian.

Kementerian Perumahan Rakyat pada 2014 bersama 18 bank pelaksana yang telah digandeng untuk menyalurkan bantuan pembiayaan perumahan dengan skema KPR FLPP.

Bank pelaksana penyalur KPR FLPP diharapkan dapat mempermudah masyarakat memiliki rumah dengan angsuran dan bunga ringan yakni 7,25% dan tetap selama 20 tahun.

Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) tahun 2014 antara Pusat Pembiayaan Perumahan Kemenpera dengan 18 bank pelaksana Penyaluran dana FLPP dalam rangka pengadaan perumahan melalui kredit/pembiayaan Pemilikan Rumah Sejahtera sudah ditandatangani pada akhir 2013.

Tidak hanya ke 18 ank pelaksana saja, Kemenpera berharap lebih banyak lagi bank umum nasional dan bank pembangunan daerah yang ikut dalam penyaluran KPR-FLPP kepada masyarakat.

Beberapa bank yang melaksanakan PKO tersebut antara lain Bank Syariah Mandiri, bank Bukopin, bank BRI Syariah, Bank BTN Syariah, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, BPD NTT, BPD Sumut Syariah, dan BPD Jawa Timur.

Hingga saat ini, Program Pemerintah Pro Rakyat berupa fasilitas bantuan pembiayaan perumahan melalui kredit/pembiayaan Pemilikan Rumah Sejahtera sampai dengan tahun 2013 telah disalurkan sebanyak 273.832 unit rumah atau sebesar 20% dari target RPJMN 1.350.000 unit rumah.

Untuk itu, seluruh pemangku kepentinga,n baik dari bank pelaksana, para pengembang, maupun pemerintah daerah, diharapkan secara bersama sama dengan pemerintah pusat membantu percepatan penyediaan rumah sejahtera bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

(et/EA/BD)

Pic: ant

beritadaerah.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me