Limbah Pembangkit PLN untuk Material Bangunan – Property

Big Banner

BANTUL – Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan memanfaatkan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) hasil dari proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) untuk mendukung proyek fisik pemerintah.

Selama ini limbah pembangkit listrik digunakan untuk campuran pembuatan batako, bahan campuran semen, bahan campuran beton, dan campuran aspal. Direktur Human Capital PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Muhammad Ali mengatakan, PLN memiliki banyak pembangkit dan sebagian besar pembangkit tersebut berbahan bakar batu bara. Hasil pembakaran batu bara ini mengeluarkan limbah, yaitu Fly Ash dan Bot tom Ash (Faba). Limbah ini masuk kategori B3.

“Akan tetapi kita harus menyiasati ini agar limbah ini bisa dimanfaatkan untuk kehidup an lebih baik,” ujar Muhammad Ali di Kantor PLN APJ Yogyakarta Jalan Gedongkuning, Kecamatan Banguntapan.

Ali mengungkapkan, sekira 5 persen dari batu bara adalah abu. Karena itu, setiap 3.000 ton batu bara yang dibakar setiap hari dari pembangkit listrik 200 megawatt (MW) akan menghasilkan sekitar 150 ton abu. Selama ini PLN mengonsumsi batu bara sekitar 60 juta ton sehingga potensi limbah yang dihasilkan sekitar 3 juta ton.

Kementerian Lingkungan Hi dup (KLH) bahkan sudah menguji dan memberikan izin pemanfaatan Faba tersebut. “Material bangunan dengan Faba ternyata tahan korosi, ti – dak pecah, atau mudah retak. Ini yang akan kita manfaatkan,” katanya.

Untuk pembangkit listrik di Jawa, Faba tersebut telah dimanfaatkan kalangan industri, baik industri semen ataupun bahan beton.

Bahkan, saat ini perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan Faba untuk bahan campuran sudah mengantre dan setiap produksi Faba langsung habis. Hanya, hal ini tidak terjadi di wilayah luar Jawa. Padahal, katanya, program 35.000 MW dari pemerintahan Presiden Jokowi nanti akan lebih dikonsentrasikan di luar Jawa. Saat ini kendala utama dari luar Jawa adalah ketiadaan industri di wilayah tersebut. Karena itu, serapannya di khawatirkan tidak sebesar yang ada di Pulau Jawa seperti sudah terjadi saat ini.

Kemungkinan besar dengan penerapan program 35.000 MW tersebut, jumlah Faba yang dihasilkan bisa mencapai dua kali lipat di – banding saat ini. “Nah, kami ingin nanti agar Faba ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung proyek fisik pemerintah,” tuturnya.

Hanya saat ini masyarakat masih antipati terhadap limbah B3 yang dihasilkan dari pembakaran batu bara ini. Dia meminta kepada pemerintah melalui KLH membuat regulasi tertentu serta sosialisasi agar limbah B3 tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal. Ka re – na saat ini PLN di daerah, terutama luar Jawa, sangat ketakutan ketika akan mendistribusikan B3 keluar area.

Direktur Verifikasi Limbah B3 KLH dan Kehutanan, Sayid Mudahar, mengakui banyak keunggulan pemanfaatan Faba. Bahkan, secara ekonomis jika pemanfaatan Faba bisa dimaksimalkan mampu memiliki potensi pendapatan sekitar Rp1,5 triliun. “Hanya saja, memang harus ada standar pemanfaatan dari KLH yang harus dipenuhi,” katanya.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me