UU Tapera Bikin Indonesia Tidak Tangguh Hadapi MEA – Property

Big Banner

JAKARTA – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menyuarakan ketidaksetujuan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Ketua Umum IWAPI Nita Yudi menjelaskan, keberadaan program Tapera nantinya hanya akan semakin membuat pengusaha wanita tidak mampu membuktikan ketangguhan dalam dunia usaha Indonesia untuk bersaing pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Sangat miris juga kalau jadi. Beban tambah lagi. MEA itu harus hadapi, bukan tantangan. Karena ini tantangan penuh peluang,” ujarnya di Jakarta, Selasa (2/2/2016).

Menurut Nita, terlebih lagi jika pemerintah tetap mengesahkan RUU Tapera tersebut, maka para pengusaha wanita pun tidak akan mempunyai daya saing dan menjadi tangguh. Dengan alasan biaya yang dikeluarkan semakin bertambah.

“Untuk itu Iwapi dukung Kadin menolak RUU Tapera,” imbuh dia.

Seharusnya, pemerintah bisa lebih bijak lagi dalam menerapkan aturan. Dia mencontohkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang seharusnya masih bisa turun lebih rendah lagi dari 9 persen.

Bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand, KUR 9 persen tersebut masih tergolong tinggi. Sebab, Thailand mematok KUR bagi para pengusaha wanitanya di kisaran 2 persen.

“Jaraknya jauh sekali, walau BI Rate turun 0,25 persen. Kami harap bisa turun lagi dan jadi lebih tangguh. Jadi tuan rumah di negara sendiri,” pungkasnya.

Sekadar informasi, pemerintah kini tengah memasuki tahap akhir dalam menggarap Rancangan Undang-Undang (RUU) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang ditargetkan akan menjadi Undang-Undang lebih cepat, yakni pada Februari 2016 dari sebelumnya Maret 2016.

RUU Tapera dirancang sebagai bentuk upaya pemerintah memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me