Keuntungan Karyawan Ajukan KPR – Property

Big Banner

JAKARTA – Dalam pengajuan kredit, harus diakui seorang karyawan memiliki nilai lebih di mata bank dan lembaga finansial. Itu pun terjadi dengan pengajuan kredit kepemilikan rumah (KPR). Namun, meskipun memiliki keuntungan tersendiri, perhatikan beberapa hal ini agar pengajuan KPR Anda disetujui.

KPR saat ini menjadi andalan banyak orang untuk dapat membantu memiliki rumah. Sayangnya, tidak semua orang bisa mendapat akses KPR. Kredit ini merupakan kredit yang bernilai cukup besar karena harga rumah saat ini nilainya di atas ratusan juta, bahkan miliaran. Bank perlu menyediakan dana cukup besar untuk membayarkan rumah yang akan dibeli krediturnya. Sebagai institusi keuangan yang berorientasi profit, tentu saja bank akan memperhitungkan tingkat risiko dan kemampuan bayar calon krediturnya. Karena itu, karyawan dengan status tetap lebih utama. Mengapa begitu, sebab bank biasanya akan lebih mengutamakan pengajuan dengan status karyawan tetap daripada kontrak.

Alasannya adalah bank harus memiliki jaminan bahwa karyawan dapat terus membayar selama jangka waktu kredit berjalan. Karena itu, karyawan dianggap memiliki penghasilan tetap, maka karyawan tetap lebih diutamakan. Bagaimana dengan Anda dengan status karyawan kontrak? Kabar baiknya, beberapa bank menjajaki permintaan khusus untuk konsumen KPR untuk pekerja yang tidak memiliki pendapatan tetap. Namun, ada banyak syarat yang wajib dimiliki.

Salah satunya adalah Anda harus memiliki gaji di atas upah minimum regional (UMR) dan memberikan aplikasi kelayakan yang berupa surat referensi dari perusahaan. Namun, untuk menghindari dan melihat bagaimana risiko gagal bayar yang akan ditanggung bank, maka biasanya bank akan memberikan review mengenai besaran penghasilan dalam satu tahun. Hal lain bagi karyawan yang musti diperhatikan adalah, usahakan tidak memiliki tagihan kartu kredit atau cicilan pinjaman lain.

Umumnya, bank menilai rasio kemampuan kredit seseorang dengan maksimal cicilan bulanan 30 pesen sampai 40 persen dari total penghasilan suami dan istri. Karena itulah, sebelum mengajukan KPR, sebaiknya lunasi dulu tagihan kartu kredit atau pinjaman lainnya agar tidak berpengaruh pada perhitungan kemampuan kredit yang akan dilakukan bank. Nantinya bank melakukan validasi ulang terhadap penghasilan bulanan melalui riwayat rekening koran yang Anda miliki.

Oleh karena itu, berikan informasi yang akurat agar pengajuan Anda tidak ditolak oleh bank. Namun, bagaimana jika Anda masih miliki pinjaman lain? Jangan takut, sebab kredit bank, ada istilah DBR atau debt burden ratio. Rasio ini adalah seluruh cicilan terhadap pendapatan bersih atau take home pay (THP). Persentase DBR ini berbedabeda dan tergantung kebijakan masingmasing bank.

Namun, umumnya 30 persen hingga 40 persen THP. Jadi, DBR ini diberlakukan jika sebelumnya calon debitur telah memiliki cicilan (kendaraan atau bahkan cicilan kartu kredit). Ada dua cara perhitungannya, yaitu pertama jumlah cicilan tidak boleh melebihi persentase DBR. Kedua, dihitung dari THP atau yang menjadi dasar perhitungan DBR adalah THP yang telah dikurangi cicilan. Untuk cara kedua, total DBR bisa lebih dari persentase yang telah ditentukan.

Setelah itu, jangan lupa siapkan uang muka. Inilah poin yang terkadang menjadi penghambat bagi seseorang yang ingin mengajukan kredit rumah. Sebab, dalam aturannya, pemberi kredit akan memberikan kredit maksimal sebesar 70 persen dari nilai properti yang ingin dibeli (berbeda dengan produk KPRS yang bisa sampai 80 persen). Namun, sebenarnya banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menyiapkan uang muka, khususnya bagi karyawan.

Mulai dari menabung, program bantuan uang muka, ambil pinjaman uang muka Jamsostek, dan melakukan pinjaman lain. Bahkan, untuk meningkatkan loyalitas terhadap perusahaan dan meningkatkan produktivitas karyawannya, beberapa perusahaan bekerja sama dengan bank, saat ini memiliki program kesejahteraan karyawan untuk memiliki rumah Jadi, perusahaan tersebut memberikan subsidi, baik berupa cicilan bunga maupun pokok pinjaman, untuk KPR atas nama karyawannya.

Pada program ini biasanya sebuah perusahaan akan mengajukan perjanjian kerja sama dengan sebuah bank sehingga karyawan perusahaan tersebut dapat mengambil KPR. Tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam mengajukan KPR ke bank, pada program ini para karyawan juga akan mendapatkan bantuan subsidi angsuran, baik bunga maupun pokok pinjaman. Bahkan, suku bunga lebih rendah daripada di pasaran.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me