Kredit Renovasi Rumah Seken – Property

Big Banner

JAKARTA – Harga properti yang melangit tak harus menyurutkan impian Anda memiliki rumah idaman. Merenovasi rumah seken bisa menjadi alternatif. Untuk sumber dananya, Anda dapat memanfaatkan kredit multiguna atau kredit renovasi dari bank. Mana yang harus dipilih?

Dompet tipis bukan alasan bagi Anda untuk menunda niat merenovasi rumah. Apalagi kalau kondisi hunian bekas yang sudah Anda beli memerlukan permak karena rusak di sana-sini.

Banyak sumber dana untuk renovasi rumah saat bujet terbatas, salah satunya bank. Bank tidak hanya bermanfaat sebagai tempat menabung atau investasi, juga penyedia dana pinjaman. Ada banyak varian produk yang disediakan bank bagi Anda yang berniat renovasi rumah. Secara garis besar terdapat dua jenis pembiayaan atau kredit renovasi rumah. Yang dimaksud di sini, kredit multiguna dan kredit renovasi. Keduanya sama-sama bisa menjadi jawaban atas kebutuhan dana untuk renovasi rumah yang sifatnya sudah mendesak.

Lalu, apa saja keunggulan dan kerugian masing-masing program kredit tersebut? Hampir semua bank punya produk kredit multiguna. Sesuai namanya, kredit ini memang diperuntukkan bagi berbagai keperluan sampai yang bersifat konsumtif. Entah itu pendidikan anak, kesehatan, membeli mobil, dan lain sebagainya. Tentu saja untuk biaya renovasi rumah. Lewat produk ini, dana yang bisa diajukan mulai Rp2 juta sampai Rp2 miliar.

Pokoknya, silakan tentukan sendiri di rentang plafon itu. Tenornya pun bebas. Mau setahun, dua tahun, atau ada yang sampai belasan tahun. Bunganya juga bervariasi antara 9–12 persen. Rata-rata bank menerapkan suku bunga tetap mulai enam bulan sampai maksimal dua tahun. Lewat dari itu, maka berlaku suku bunga floating. Suku bunga yang tinggi merupakan nilai minus dari kredit multiguna. Namun, sisi plusnya, agunannya tak hanya tanah atau bangunan, bisa juga kendaraan. Tambahan lagi, kredit multiguna dapat dicairkan 100 persen sesuai kebutuhan. Bagaimana dengan kredit renovasi? Pada prinsipnya mirip-mirip.

Hanya, bedanya kredit renovasi dikenakan bunga lebih rendah, tenor lebih panjang, dan plafon yang lebih besar daripada kredit multiguna. Ini bisa jadi sektor keunggulan kredit renovasi. Namun, tetap ada kelemahannya, yakni soal agunan. Ketika memilih produk ini, maka secara otomatis yang jadi agunan adalah rumah yang hendak direnovasi. Praktis tak seleluasa kredit multiguna. Kelemahan berikutnya, yaitu besaran dana yang dicairkan 80 persen dari kebutuhan rencana anggaran bangunan (RAB) renovasi rumah.

Sisanya, mau tidak mau harus ditanggung sendiri. Ketika renovasi rumah sudah mendesak, jangan buru-buru ke bank. Jawab dulu pertanyaan renovasi apa yang hendak dilakukan. Urutkan berdasarkan skala prioritas, bukan keinginan. Pasalnya, ini menentukan perkiraan kebutuhan dana renovasi. Bila sekadar memperbaiki atap yang bocor, tak perlu tergoda ganti pagar atau menambah kamar mandi.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me