Banjir Apartemen di Kawasan Penyangga – Property

Big Banner

JAKARTA – Permintaan apartemen di kawasan penyangga, seperti Serpong, Bintaro, Bekasi, Depok, Bogor, Cikarang, dan Sentul dinilai banyak pihak masih cukup tinggi pada 2016. Hal itu dapat dilihat dari menjamurnya proyek pembangunan apartemen yang mencapai puluhan proyek di daerah tersebut.

Pengembang apartemen yang menyasar kawasan pinggir an bukan hanya datang dari dalam negeri, juga dari luar ne geri.

Perusahaan investasi dan pengembang real estate yang berbasis di Singapura, PT Brewin Mesa Development (BMD) misalnya, berencana mengembangkan proyek properti di kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangerang, senilai Rp1,3 triliun. Presiden Direktur PT Brewin Mesa Development Bill Cheng mengemukakan, perusahaannya akan mengembangkan dua menara apartemen berkapasitas total 496 unit di atas lahan seluas 8.500 meter persegi.

“Kawasan Alam Sutera memiliki lokasi yang strategis dan infrastruktur yang sudah lengkap. Kami yakin, Alam Sutera ini menjadi pusat bisnis (central business district /CBD) baru di kawasan barat Jakarta. Sebab, sudah banyak perkantoran di Alam Sutera,” tuturnya.

Tak mau kalah, perusahaan properti asal Hong Kong, PT Datzo Investama Group juga melakukan ekspansi ke Indonesia membangun hunian mewah Apartemen The Noble Alam Sutera di kawasan Alam Sutera, Tangerang.

Apartemen The Noble Alam Sutera dibangun di atas lahan seluas 15.000 meter persegi menjadi proyek internasional terbaru PT Datzo Investama Group. Apartemen The Noble adalah apartemen pertama di Alam Sutera yang didirikan di atas lifestyle plaza yang terdiri dari kafe, restoran, dan minimarket menjadikannya hunian terpadu dengan fasilitas sangat lengkap. Proyek ini terdiri atas empat tower dengan 1.800 unit hunian.

The Noble menggabungkan desain klasik dan modern dengan menggunakan bahan dan material berkualitas tinggi yang tidak hanya untuk kenyamanan para penghuninya, juga mengutamakan sisi keamanan dan ketahanan bangunan. Dilengkapi fasilitas keamanan 24 jam dan CCTV, juga fasIlitas luar ruang seperti kolam renang, taman bermain anak, thematic garden and sky garden , area barbeque, dan jogging track .

Fasilitas dalam ruang berkualitas tinggi yang dapat memanjakan peng huni, seperti minimarket, restoran dan kafe, fasilitas ATM, club house , gym , ruangan serbaguna, perpustakaan, minitheatre, serta spa & beauty.

Menurut Zhao Yue, Di rek tur PT Datzo Investama Group, lokasi dibangunnya Apartemen The Noble Alam Sutera merupakan jantung daerah Alam Sutra, hunian yang strategis, nyaman, dan aman untuk keluarga.

“Dengan potensi tingkat populasi di Indonesia yang mencapai lebih dari 250 juta jiwa, The Noble Alam Sutera akan menjadi salah satu hunian favorit dan untuk investasi ber nilai tinggi. Lokasinya yang te nang, tapi tak jauh dari Jakarta serta fasilitas yang lengkap membantu pemilik Apartemen The Noble Alam Sutera memperoleh kualitas hidup yang lebih baik di tengah kesibukannya sehari-hari. Kami percaya, ekonomi Indonesia akan terus berkembang pada 2016 dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat akan hunian,”ujarnya.

Pemerintah juga mendukung dengan kebijakan mengenai pe ngaturan uang muka dan suku bunga yang me mihak kepada konsumen. Diharapkan de ngan terjadinya kenaikan produk domestik bruto, memengaruhi sektor properti. Oleh karena itu, kami optimistis sektor properti akan berkembang positif di Indonesia,” tambah Zhao Yue.

PT Datzo Investama Group adalah perusahaan properti ternama dan dari Hong Kong yang berpengalaman lebih dari 10 tahun di bidang properti melalui DONG YA XIN HUA dan meng hasilkan lebih dari 40 proyek properti berkualitas terbaik yang tersebar di China, antara lain di Beijing, Baotou, Anshan, Shenyang, Jiangsu, Jiangxi, Shandong, Tianjin, Shanghai, Haikou, Hangzhou, serta Guangzhou.

Sementara itu, PT Mitra Graha Andalan (MGA) melakukan prosesi topping off untuk proyek Apartemen Grand Icon di Jalan Raya Caman, Jatibening, Bekasi, Jawa Barat. Proyek ini dibangun di atas lahan 7.600 meter persegi yang akan terdiri atas satu tower apartemen (592 unit) dan satu tower hotel 16 lantai yang akan dioperasikan oleh ibis Style (170-an kamar) dengan fasilitas bintang tiga.

“Penjualan unit apartemen ini sudah mencapai 80 persen. Sampai proyek ini selesai, kami yakin investasinya akan naik terus seiring selesainya tol Bekasi-Kampung Melayu (Becakayu) ataupun rencana pelebaran Jalan Raya Caman, masing-masing dua meter di sisi kiri-kanannya,” ujar Rudi Hergendi, GM Marketing Grand Icon.

Apartemen Grand Icon, tutur Rudi, menawarkan tipe studio (20,8 meter persegi) dan dua kamar (39 meter persegi) seharga Rp350 juta sampai Rp650 juta. Saat apartemen ini ditawarkan dua tahun lalu, harganya mulai Rp11 juta per meter persegi dan sekarang sudah mencapai Rp15 juta/meter persegi. Sekitar 80 persen pembelinya dari kawasan Bekasi yang mengaku menyukai lokasi apartemen ini karena dimudahkan dengan adanya tol JORR, 500 m ke exit tol Jatibening, dan ditambah dengan tol Becakayu.

“Rasio parkir di tempat ini cukup memadai, yaitu 1:3. Kami juga menyediakan sembilan unit ruko untuk mewadahi fasilitas penghuni, harganya mulai Rp2 miliaran dan saat ini sudah terjual sebanyak 3 unit. Proyek ini akan siap diserahterimakan pada Juli 2016,” imbuhnya. Di lain pihak, PT Pohon Artha Makmur optimistis serah te rima apartemen Tree Park Serpong, Serpong, Banten, pada Maret 2017. Kini, unit apartemen Tree Park Serpong tersisa 5 persen dari total kapasitas. Optimisme anak usaha Pohon Group itu menguat setelah berhasil menggelar penutupan atap (topping off ) Tree Park Serpong.

“Kami yakin dan optimistis serah terima dapat dilakukan sesuai janji, yakni Maret 2017,” kata Norman Eka Saputra, Direktur Marketing TreePark Serpong. Dia menegaskan, Pohon Group berkomitmen menyelesaikan pembangunan apartemen yang diluncurkan 1 Juni 2014 itu sesuai jadwal.

property.okezone.com