Kemenkeu: Tapera Tak Punya Risiko Fiskal -1309808::Okezone Bisnis

Big Banner

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai Rancangan Undang-Undang (RUU) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) mengusung konsep yang bagus. Alasannya, tidak akan memiliki risiko fiskal.

Sehingga, menurut Direktur Pengelolaan Pembinaan Keuangan Kementerian Keuangan, Djoko Hendratto, pihaknya pun bisa memberikan kontribusi yakni dengan cara mengelola risiko tersebut.

“Secara fiskal, ini (Tapera) bagus tidak punya risiko fiskal dan kita bisa beri kontribusi. Apa itu? Risikonya bisa kita manage,” ujarnya di Jakarta, Kamis (11/2/2016).

Dia melanjutkan, ada poin yang menjadi pertimbangan sehingga tidak akan adanya risiko tersebut. Pertama, untuk mencapai dana murah, dipungut melalui tabungan paksa dengan imbalan yang kecil atau bunga rendah.

Pasalnya sejauh ini, sasaran peserta Tapera adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang minimum mempunyai upah setara UMR hingga tak terbatas. Namun, yang boleh memanfaatkan dana Tapera ini nantinya hanya MBR.

“Terus yang enggak MBR bagaimana? Kami tanya ke DPR ketika itu. DPR bilang ini dia fungsinya. Kita gotong royong harus pahami rekan atau yang tidak mampu. Dalam satu lingkungan harus sharing. Dana orang kaya membantu pembiayaan yang miskin,” jelasnya.

Sekadar informasi, pemerintah kini tengah memasuki tahap akhir dalam menggarap Rancangan Undang-Undang (RUU) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang ditargetkan akan menjadi Undang-Undang maksimal pada Maret 2016.

RUU Tapera sendiri merupakan inisiatif DPR yang dirancang sebagai bentuk upaya pemerintah memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me