Tekan Biaya, Pelaku Usaha Beralih.. -1310541::Okezone Bisnis

Big Banner

JAKARTA – Memasuki 2016, lambatnya laju perekonomian dalam negeri berdampak serius pada berbagai sektor usaha. Pada semester akhir tahun lalu hingga kini, beberapa perusahaan terpaksa mengurangi jumlah karyawan mereka yang berakibat terciptanya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk penghematan dana operasional perusahaan agar lebih efisien.

Dengan kondisi ini, perusahaan di industri minyak, gas, pertambangan, semen, otomotif, hingga elektronik, baik yang berskala multinasional maupun nasional terus dituntut produktif dengan menekan biaya produksi dan pengeluaran tambahan (overhead).

Menurut Country Manager Regus Indonesia Charles Rossi, pengurangan karyawan memang salah satu solusi utama untuk menekan biaya operasional perusahaan. Namun, di lain pihak ada faktor lainnya yang perlu dipertimbangkan dalam rangka efisiensi. Seperti biaya sewa gedung dan perangkat perkantoran, faktor tersebut juga berkontribusi tinggi dalam unsur pengeluaran operasional perusahaan.

“Tak heran, para pelaku usaha di beberapa kota besar di Indonesia sudah beralih menggunakan virtual office guna menekan biaya. Karena bila dibandingkan dengan ruang kerja konvensional, perusahaan yang menggunakan jasa penyedia tempat kerja atau workspace provider dapat menghemat hingga 70 persen dari modal kerja mereka,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/2/2016).

Penghematan ini, tambahnya, dapat dirasakan langsung oleh para pebisnis karena mereka tidak perlu menyisihkan biaya seperti pajak bangunan, biaya operasional gedung, hingga biaya perbaikan dan asuransi. Bahkan, menghemat sumber daya manusia seperti resepsionis, keamanan, dan sebagainya.

Hal ini tentunya bisa menjadi solusi untuk semua jenis bisnis, apalagi bagi mereka yang mengutamakan lokasi kantor sebagai pertimbangan utama dalam usaha mereka. Meski terjadi perlambatan ekonomi, ada juga bidang industri yang cukup memiliki prospek positif seperti industri kreatif, pebisnis pemula (startup), dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Industri-industri tersebut cukup berkembang di tengah menurunnya kondisi perekonomian dan hingga saat ini tidak melakukan pemberhentian secara massal terhadap karyawan-karyawannya.

Menurutnya, keberadaan para pelaku industri kreatif dan tumbuhnya startup di Indonesia adalah sinyal positif bahwa ekonomi kita masih tetap bertahan meski melambat. Apalagi UKM juga sangat menjamur dan produk-produknya pun marketable. “Dengan adanya jasa workspace provider seperti Regus, operasional bisnis mereka bisa tetap terkendali. tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas premium standar global bagi perkantoran. Lokasi-lokasi kami yang sangat strategis juga menjadi nilai tambah,” jelasnya

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me