Waduh, Penghuni Rusunawa Ambarawa Ada.. -1310340::Okezone Bisnis

Big Banner

UNGARAN– Rumah susun sewa (rusunawa) diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Namun, di Rusunawa Kranggan, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, sejumlah penghuni diketahui masuk kategori masyarakat ekonomi menengah ke atas.

Setelah dilakukan pantauan, sejumlah kendaraan roda dua keluaran baru jamak terlihat di area parkir rusunawa. Sebuah mobil Honda Brio lengkap dengan kerudung penutup juga terparkir di depan gedung rusunawa.

Salah satu warga di Rusunawa Ambarawa, Mo (48), memastikan motor-motor dan mobil itu milik para penghuni rusunawa. “Dikatakan mampu ya mampu, tidak ya tidak. Tapi kalau dibilang tidak mampu kok bisa beli motor baru dan punya mobil,” ujarnya.

Menurut Mo, kewenangan penentuan siapa yang berhak menghuni rusunawa ada di tangan pengelola rusunawa. Dia tidak tahu detail persyaratan masyarakat bisa masuk ke Rusunawa Ambarawa.

“Setahu saya ini untuk menengah ke bawah. Kalau memang sudah mampu harus pergi di sini,” ujar dia. Selain itu, calon penghuni juga harus asli warga Kabupaten Semarang dan berstatus berkeluarga. “Tidak boleh single , baik itu single perempuan maupun lakilaki,” ujarnya.

Calon penghuni rusunawa harus menyertakan surat nikah, kartu keluarga, fotokopi KTP, dan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). “Dulu pengelola di sini tegas. Kalau ada yang pasang parabola, AC, langsung diminta diturunkan. Tapi sekaran gkalau ada seperti itu atau pelanggaran lain, kita laporan, dimentahkan pengelola. Jadi tergantung pengelolanya. Pengelola sekarang terlalu masa bodoh atau gimana,” paparnya.

Hasil penelusuran, pelanggaran dalam bentuk lain adalah status dari para penghuni. Sejumlah penghuni diketahui berstatus single dan bekerja sebagai pekerja tempat hiburan di Bandungan.

“Pekerjaannya sebagai PK (pemandu karaoke) di Bandungan,” ungkap warga rusunawa yang enggan namanya dikorankan. Kabid Pemukiman dan Perumahan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang Alfiyah membenarkan Rusunawa Ambarawa diperuntukkan bagi kalangan tidak mampu.

“Memang diutamakan MBR,” ujarnya. Hanya, Alfiyah tidak tahu persis tentang salah satu warga Rusunawa Ambarawa yang memiliki mobil. “Katanya memang ada yang bawa mobil, tapi katanya dia itu sopir,” ujarnya.

Terkait salah satu penghuni berprofesi sebagai PK, Alfiyah juga mengutarakan hal sama, “Kalau itu tidak tahu persis, coba nanti kami cek dulu.” Menurut Alfiyah, ada batasan masa hunian rusunawa. Para penghuni diperbolehkan tinggal minimal enam bulan, maksimal tiga tahun.

Jika dalam kurun waktu tersebut taraf ekonomi penghuni belum meningkat dia diperbolehkan memperpanjang masa hunian hingga satu periode hunian. “Kalau memang sudah mampu ya tidak boleh (tinggal). Makanya ada pembinaan agar dia bisa entrepreneur karena memang di sini untuk (masyarakat) umum. Jadi diharapkan selama dia di rusunawa bisa mengumpulkan uanguntukbelirumah,” paparnya. Pengelola Rusunawa Ambarawa Sugeng menampik salah satu penghuni bekerja sebagai PK.

“Kalau pekerja malam di Bandungan memang iya, tapi dia itu sebagai waiters , semacam penerima tamu hotel, bukan PK,” ucapnya. Terkait dengan penghuni memiliki mobil, Sugeng membenarkan. “Setelah kami telusuri memang ada yang punya Brio. Katanya Brio itu baru beli. Dan sudah saya beri pengertian agar pindah. Dia menyadari kalau peruntukan rusunawa hanya untuk mereka yang tidak mampu,” katanya.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me