Taman di Kota Medan Dipenuhi Pedagang -1313321::Okezone Economy

Big Banner

MEDAN– Keberadaan taman di Kota Medan, tampaknya semakin jauh dari fungsinya bagi masyarakat yang ingin bersantai dan berolahraga. Sejumlah taman kini lebih memberikan keuntungan tersendiri bagi pedagang kaki lima (PKL).

Pemandangan itulah yang kerap ditemui taman-taman di Kota Medan, seperti di Taman Teladan dan Taman Gajah Mada. Keberadaan taman untuk ruang terbuka hijau bagi masyarakat dirampas para pedagang yang menjajakan dagangannya.

Tak ayal, kondisi ini membuat taman terkesan lebih sempit dan warga tidak lagi bisa leluasa memanfaatkan taman. Pedagang membuat peran dan fungsi taman tersebut hilang.

Padahal, taman berfungsi sebagai sarana olahraga dan lahan terbuka menjadi rekreasi warga. “Apa harus berjualan di atas taman ini? Taman sudah kecil begini, tapi dibuat lapak lagi oleh pedagang. Taman jadi semakin sempit dan terkesan tidak punya arti lagi bagi warga,” katawarga Jalan Halat, Darsid, 43.

Pantauan di Taman Teladan dan Taman Gajah Mada, para pedagang menjadikan taman sebagai lapak dan tempat duduk pembeli, dengan menyediakan meja dan kursi plastik. Para pedagang yang berjualan jagung dan roti bakar, dan makanan ringan lainnya, menggelar lapaknya di atas taman.

Lahan taman yang bisa dimanfaatkan pengunjung pun berkurang sehingga merasa tidak nyaman lagi. “Kalau memang jualan, kan tidak harus taman dijadikan lapak, apalagi dijadikan untuk tempat duduk. Pikirkan juga apa fungsi taman, bukan untuk jualan,” kata karyawan swasta itu.

Keberadaan para PKL itu juga membuat warga tidak bisa memanfaatkan fasilitas taman sebagai sarana olahraga. Padahal, tamam seyogyanya menjadi sarana efektif bagi warga untuk olah tubuh demi kesehatan. Fungsi taman untuk melepaskan penat dari aktivitas perkotaan seharian, juga tak bisa lagi dirasakan warga.

“Bagaimana lagi menikmati taman kalau sudah dikuasai pedagang. Belum lagi dengan asap jagung bakar yang sangat mengganggu, tidak ada lagi gunanya taman ini,” tandasnya.

Warga lainnya, Agung, 25, mengatakan, pemandangan para pedagang sangat mudah ditemui di sekitar Stadion Teladan. Sekeliling stadion disesaki pedagang yang berjualan sehingga membuat pemandangan taman kumuh.

“Sekeliling Stadion Teladan ini dipenuhi orang jualan. Sayangnya tidak tertata, kumuh jadinya,” tutur warga Jalan Air Bersih itu.

Parahnya, tak ada penertiban dilakukan pihak terkait. Pedagang hanya tidak berjualan saat ada acara berkaitan dengan agenda pemerintah di stadion yang dibangun pada PON III tahun 1953 itu saja. Pemerintah sudah sepatutnya menertibkan para pedagang karena jika tetap dibiarkan, taman akan kehilangan fungsinya.

“Pedagang baru tidak jualan di taman kalau ada acara. Itu pun hanya pedagang yang di depan Stadion Teladan saja, yang lainnya tetap menggelar dagangan. Kalau memang tidak bisa ditertibkan, paling tidak pemerintah menata para pedagang,” pungkasnya.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me