Polda DIY Bakal Geledah PT Graha.. -1313310::Okezone Economy

Big Banner

SLEMAN – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda DIY melakukan penyelidikan mendalam terkait proyek Kondotel Best Western Janti di Jalan Laksda Adi Sutjipto. Kondotel itu merupakan satu dari lima proyek yang akan digarap PT Graha Anggoro Jaya dan dilaporkan para pembelinya karena merasa tertipu.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY Kombes Pol Antonius Pujianito mengatakan, pihaknya telah memeriksa 28 orang, yakni 17 orang saksi korban dan 11 lainnya notaris, BPMPPT Sleman, Direktur PT Graha Anggoro Jaya selaku terlapor, dan pihak Adhi Karya.

Sejumlah alat bukti pun telah dikumpulkan, seperti satu bendel fotokopi pelunasan, angsuran pembelian kondotel, pengajuan izin pemanfaatan tanah, dan surat izin ketinggian bangunan dari Danlanud Adisutjipto.

“Kami juga akan menggeledah kantor Anggoro Jaya untuk mengumpulkan tambahan data-data,” katanya, kemarin.

Hasil pemeriksaan terhadap korban dan saksi tersebut masih perlu digelar perkara untuk meningkat kasus ke tingkat penyidikan. Adapun Direktur PT Graha Anggoro Jaya statusnya dalam pemeriksaan yang telah dilakukan sebagai saksi.

Disinggung mengenai proyek-proyek lain yang dipersoalkan para pembelinya, Antonius mengatakan, dalam pengembangan nanti juga akan ke arah kegiatan lainnya. “Pemeriksaan kami baru proyek Kondotel Best Western Janti di Jalan Laksda Adi Sutjipto,” ungkapnya.

Seorang pembeli Kondotel Best Western Janti, Tatik mengatakan, pihaknya termasuk orang yang pertama kali menjadi investor dan menyetor uang Rp500 juta pada September 2013. Dalam perjanjian, bila dua tahun tidak melanjutkan, maka uang yang disetorkan bisa kembali. Karena ragu, Tatik pada Oktober 2015 datang ke kantor pengembang. Namun, pertanyaannya tidak direspons para karyawan.

“Saya coba datang ke notarisnya, katanya juga tidak dapat kejelasan dan bulan November kantornya tutup,” ujarnya.

Menurut Tatik, proyek Kondotel Best Western Janti merupakan awal dari empat proyek lain yang akan dibangun, seperti M Icon di Jalan Kaliurang, Grand Balai Timoho, Banguntapan, Residence, dan Vila Krenet Pajangan. Lima proyek itu pun tak ada yang digarap sampai rampung.

Seperti Vila Krebet Pajangan yang pada iklan bisa disewa semalam Rp500.000, hanya ada bangunan seperti pos ronda dan ditinggal terbengkalai. Investor seperti dirinya mengaku tertarik menanamkan modal karena pengembang menggandeng nama Hotel Best Western yang terkenal.

Tak hanya itu, pemasarannya yang dilakukan di mal besar, yakni Ambarrumo Plaza, termasuk mengadakan kegiatan gathering di Hotel Royal Ambarrukmo mendatangkan motivator terkenal. “Jadi kami semakin yakin dan tertarik,” ujarnya.

Sebelumnya, puluhan investor mendatangi Polda DIY melaporkan Wisnu Tri Anggoro, Direktur PT Graha Anggoro Jaya, yang mengibarkan bendera proyek pembangunan apartemen Kondotel Majectic Land Indonesia.

Setidaknya dari 50 investor yang telah menyetor hingga miliaran rupiah untuk pembelian apartemen dan kondotel merasa tertipu karena belum ada proyek yang dibangun. Bahkan kantor pemasaran Majestic Land yang berlokasi di Wisma Hartono Jalan Jenderal Sudirman, Yogyakarta, telah tutup.

property.okezone.com