45% Pasokan Aparteman Menumpuk di.. -1314312::Okezone Ekonomi

Big Banner

JAKARTA – Pertumbuhan pasar properti di Indonesia pada 2015 terbilang melambat. Hal tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang melemah akibat sejumlah kondisi di luar maupun dalam negeri.

Kondisi tersebut, membuat beberapa pasar properti turut terkena dampak, seperti apartemen. Dalam laporan Coldwell Banker Commercial, pada sektor apartemen, total pasokan apartemen sebanyak 45 persen berlokasi di Jakarta, 46 persen lainnya berada di Bodetabek, Bandung, dan Surabaya.

“Selama triwulan IV 2015, harga apartemen terbilang stagnan, di mana hanya tumbuh sekira 0,87 persen dari harga pada triwulan sebelumnya. Stagnannya harga tersebut disebabkan karena masih terbatasnya permintaan,” ungkap Director of Coldwell Banker Commercial Strategic Advisory, Tommy H. Bastami dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (17/2/2016).

Pada sektor perhotelan, pada triwulan IV 2015, permintaan pada sektor ini mengalami peningkatan sekira 6,0 persen. Tingkat huniannya pun mencapai 65 persen, mengalami kenaikan 3,85 persen dibanding pada triwulan sebelumnya.

Untuk sektor ruang ritel, pada triwulan IV 2015, terdapat pasokan sekira 10,6 juta meter persegi ruang ritel sewa, naik sekira 0,1 persen dari triwulan sebelumnya. Sekira 39 persen ruang ritel tersebut terletak di Jakarta.

Tingkat hunian ruang ritel mencapai 83 persen. Ruang ritel di Semarang, Makassar, Pekanbaru, dan Medan mencapai tingkat hunian yang jauh di atas rata-rata. Harga sewa rerata ruang ritel naik sekira 1,6 persen, di mana harga sewa di Jakarta sebesar Rp813 ribu per meter persegi per bulan.

property.okezone.com