Perlu Ekstra Hati-Hati untuk Atur.. -1316399::Okezone Ekonomi

Big Banner

JAKARTA – Pemerintah berencana memegang kendali harga dari rumah komersil atau non-subsidi, yang selama ini masih mengacu pada pasar.

Namun, untuk mengatur harga rumah komersil, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Maurin Sitorus mengaku, pemerintah harus ekstra hati-hati jika kebijakan tersebut diambil.

“Harga rumah komersil ini kita atur, tapi memang harus ekstra hati-hati, jangan sampai pengaturan ini justru berdampak negatif, BI dan OJK harus betul-betul bersama menganalisa,” kata Maurin disela Seminar Property & Mortgage Summit 2016, di Jakarta, Jumat (18/2/2016).

Dia pun menjelaskan, pengaturan tersebut harus jelas dan terinci, pasalnya harga rumah tiap wilayah di Indonesia berbeda-beda.

“Kalau kita atur harga ini seperti apa pengaturannya, apa sama secara nasional apa kabupaten, karena satu kecamatan di satu kabupaten saja harganya bisa berbeda,” ujarnya.

Maurin menyampaikan, selama ini acuan yang dipakai untuk rumah komersil masih mengacu mekanisme pasar.

“Alokasinya sekarang harga rumah masih market mechanism, baru nanti jika telah terjadi kegagalan pasar pemerintah akan intervensi pasar,” pungkasnya.

Untuk diketahui, untuk saat ini pemerintah baru mengendalikan harga untuk rumah subsidi, yang di mana harganya naik 5 sampai 6 persen dengan skala 5 tahun sekali.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me