Ini berita halaman rekomendasi hari ini

Big Banner

JAKARTA. Di awal pekan September 2014, kami memiliki beberapa berita yang layak Anda simak. Pada halaman lima rubrik rekomendasi edisi Senin (1/9) kami memiliki beberapa berita menarik. Salah satunya adalah rekomendasi sektoral saham perbankan. Suku bunga acuan yang stagnan di level 7,5% membuat membuat sejumlah bank kini mulai mengerek suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR). Langkah ini dilakukan untuk mengimbangi suku bunga simpanan. Analis mengatakan, tidak semua emiten perbankan menaikkan suku bunga KPR. Emiten perbankan menaikkan bunga KPR agar cost of fund stabil. Salah satu emiten bank yang menaikkan suku bunga KPR adalah PT Bank Tabungan Negara (BBTN).  

Berita kedua pada halaman yang sama ada berita tentang, kondisi keuangan yang terpuruk lantaran tak dapat mengekspor bijih nikel tidak mengurangi peluang 
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) meraih  pinjaman.  Emiten berkode saham ANTM ini kembali meraih fasilitas utang senilai US$ 75 juta atau setara Rp 877,95 miliar dari PT Bank UOB Indonesia. Laporan keuangan Antam per 30 Juni 2014 yang dirilis Jumat (28/8) menyebut, kedua pihak telah meneken perjanjian kredit itu pada 18 Juli 2014. Ini merupakan fasilitas kredit kedua yang diperoleh Antam tahun ini. 

Ketiga ada berita tentang kinerja PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di semester I 2014 tertolong kinerja bisnis manufaktur. Pendapatan BNBR naik 89,74% dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 3,7 triliun. Usaha manufaktur yang dijalankan oleh ketiga anak usaha menyumbang pendapatan 79% atau setara Rp 2,9 triliun. Bisnis manufaktur milik BNBR terbagi menjadi tiga lini, yakni bisnis industri bahan bangunan melalui PT Bakrie Building Industries (BBI), industri komponen otomotif yang dijalankan PT Bakrie Autoparts, dan industri metal yang dioperasikan PT Bakrie Metal Industries (BMI).Dari pendapatan yang naik tinggi itu, BNBR menorehkan pertumbuhan laba bersih sebesar 2.434%, dari Rp 4,86 miliar menjadi Rp 123,12 miliar. Laba per saham pun tercatat naik menjadi Rp 1,31 dari sebelumnya Rp 0,05 per saham.

Editor: Avanty Nurdiana

investasi.kontan.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me