Industri Perhotelan Indonesia seperti.. -1316725::Okezone Ekonomi

Big Banner

JAKARTA – Kebijakan pemerintah terkait investasi asing sebanyak 100 persen untuk sektor perhotelan dinilai akan memberikan dampak negatif terutama bagi pengusaha hotel lokal. Terutama saat ini, banyak hotel dengan brand internasional yang mewarnai bisnis sektor perhotelan.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mengatakan, saat ini sebagian hotel dengan brand internasional di lndonesia masuk seperti bisnis franchise. “Brandnya Aston, brandnya Swiss Bell, tapi pengusahanya tetap lokal,” ujarnya Okezone, belum lama ini.

Sementara itu, kualitas yang diberikan oleh hotel dengan brand internasional tentu kalah dengan hotel lokal, meskipun pemiliknya tetap orang Indonesia.

“Karena kalau franchise quality control-nya kan ada. Jauh lebih bagus yang brand-nya internasional owner lokal karena ada quality control-nya. Kalau (hotel) murni lokal itu quality control-nya enggak masuk,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Syarkawi menuturkan agar investor lokal meningkatkan kualitas hotel sehingga mampu bersaing dengan hotel brand internasional.

“Itulah yang harus diperbaiki oleh pengusaha-pengusaha perhotelan kita. Meskipun dengan brand lokal namun quality control-nya internasional. Nah itu yang harus dilakukan meningkatkan kualitas pelayanan,” paparnya.

Meski demikian, Syarkawi menuturkan bila perbaikan kualitas ini tak memerlukan bantuan pemerintah.

“Kalau sektor perhotelan supporting tidak usah terlalu banyak lagi, karena itu kan industri yang sudah settle, Industri yang maturity-nya itu sudah sangat bagus,” jelasnya.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me