Perusahaan China Borong Properti Rp407.. -1316701::Okezone Ekonomi

Big Banner

NEW YORK – Meski pasar properti China mengalami turbulensi, namun para taipan dari negara ini terus memburu untuk membali sejumlah real estat di pasar utama negara barat.

Berdasarkan penelitian Knight Frank baru-baru ini, volume transaksi properti yang dilakukan perusahaan asal China mencapai USD30 miliar atau setara Rp407 triliun (mengacu kurs Rp13.554 per USD) pada 2015. Angka ini naik dua kali lipat bila dibandingkan 2014.

“Lokasi kunci utama berlokasi di New York seperti Manhattan, kemudian London, kota-kota Australia seperti Sydney dan Melbourne. Semuanya bernilai lebih dari 40 persen dari transaksi tahun lalu,” kata Direktur Eksekutif Knight Frank kota China, Paul Hart, seperti dilansir dari laman Forbes, Sabtu (20/2/2016).

Laporan mencatat, di antara para pembeli China, yang terdiri dari pengembang besar, perusahaan asuransi, dana kekayaan para penguasa dan masih banyak lagi, telah meningkat. Peningkatan dalam kesepakatan ini lebih banyak didominasi oleh para pengembang dan perusahaan asuransi.

Dari sebanyak 20 pemain utama yang berinvestasi jauh dari negaranya sendiri pada 2015, sebanyak 14 di antaranya merupakan pengembang (tahun lalu 10 pengembang) dan enam sisanya merupakan perusahaan asuransi (tahun lalu empat perusahaan).

Sementara para pengembang lebih aktif dalam penawaran, Knight Frank menyoroti transaksi mengejutkan yang dibuat oleh raksasa perusahaan asuransi China dalam mengejar trofi aset.

“Sekarang pemberi asuransi mendominasi pembelian sebanyak enam dari sepuluh penawaran yang dilakukan di seluruh dunia,” imbuh Hart.

(dhe)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me