Antam kantongi utang baru US$ 75 juta

Big Banner

JAKARTA. Kondisi keuangan yang terus terpuruk lantaran tidak dapat mengekspor bijih nikel tidak menyurutkan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) untuk mendapatkan dana eksternal. 

Emiten berkode saham ANTM ini ternyata kembali meraih fasilitas utang senilai US$ 75 juta atau setara Rp 877,95 juta dari PT Bank UOB Indonesia. Perjanjian kredit itu ditandatangani kedua belah pihak pada 18 Juli 2014. 

Informasi tersebut terungkap dalam laporan keuangan Antam per 30 Juni 2014 yang baru dirilis, Jumat (29/8). Ini merupakan fasilitas kredit kedua yang diperoleh Antam di tahun 2014. 

Pada Mei lalu, Antam menggali utang dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia eximbank) senilai US$ 160 juta. Pinjaman tersebut bertenor 10 tahun dan memiliki grace period atau masa tenggang selama dua tahun.

Utang ini dialokasikan Antam untuk membiayai perluasan pabrik feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. 

“Pada 7 Juli 2014, Perusahaan melakukan penarikan pertama fasilitas yang diberikan oleh Indonesia Eximbank sebesar US$ 42,88 juta atau setara Rp 505,4 miliar,” tulis manajemen Antam dalam lampiran atas laporan keuangan per 30 Juni 2014. 

Penarikan utang pertama dari Eximbank itu dikenakan bunga senilai 5% per tahun. Penarikan itu hanya berselang enam hari dari pencarian pinjaman senilai US$ 50 juta atau setara Rp 598,15 juta. 

Fasilitas kredit itu diperoleh Antam dari PT Bank Mandiri Tbk. Tanggungan utang kemungkinan bakal kembali bertambah seiring rencana Antam untuk mencari pinjaman baru senilai US$ 100 juta. 

Dana tersebut dibutuhkan Antam untuk memenuhi kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) di tahun 2015 yang dianggarkan US$ 150 juta. 

Editor: Sanny Cicilia

investasi.kontan.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me