UU Tapera Disahkan, Gaji Dipotong Lagi.. -1319411::Okezone Ekonomi

Big Banner

JAKARTA – Besaran simpanan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang dibebankan kepada pekerja maupun pemberi kerja, dalam hal ini adalah pengusaha belum dapat diketahui.

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Tapera, Mukhamad Misbakhun menegaskan, besaran simpanan selanjutnya akan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP).

“Kita akan mengonsolidasikan soal pungutan yang selama ini jadi beban pengusaha, sebelumnya kami juga sudah bertemu dengan Apindo, jadi solusinya adalah kita duduk bersama, sehingga pengusaha merasa terayomi dengan adanya UU Tapera ini,” kata Misbakhun, dalam konferensi pers usai Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan RUU Tapera, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Di kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya akan menyegerakan pembentukan peraturan turunan termasuk PP yang mengatur soal besaran simpanan yang dibebankan ke pekerja dan pemberi kerja.

“Berapa biayanya, nanti kita akan diskusikan dalam penyusunan PP, makanya besaran itu belum dicantumkan dalam UU, nanti kita akan tetapkan di PP yang tentu disesuaikan dengan kondisi perekonomian,” kata Basuki.

Untuk diketahui, sebelum RUU disahkan, pemerintah merencanakan besaran simpanan sebesar 3 persen. Di mana 2,5 persen dibebankan kepada pekerja, dan 0,5 persen ke pemberi kerja. Jumlah tersebut nantinya disesuaikan dengan Upah Minimum Regional (UMR) masing-masing daerah.

Pengaturan besaran simpanan sebelumnya telah diatur dalam UU tersebut, di BAB III, pasal 17, ayat 2, yang berbunyi ketentuan mengenai besaran simpanan Tapera diatur dalam Peraturan Pemerintah.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me