Dua Faktor Pendongkrak Investasi.. -1319069::Okezone Ekonomi

Big Banner

JAKARTA – Perkembangan infrastruktur di Tangerang membuat kawasan ini makin berkembang. Beberapa proyek infrastruktur baru pun mulai terlihat, salah satunya adalah dibukanya akses jalan pintas Perimeter Utara hingga Jalan Raya Perancis, Dadap.

Akses di perbatasan Jakarta-Tangerang ini juga semakin mempermudah akses dari area Bandara menuju Tangerang. Pengembangan Jalan Perancis menjadi salah satu jalan arteri yang menghubungkan Pantai Indah Kapuk (PIK) I – Bandara Soekarno-Hatta – Tangerang juga menjadikan Dadap menjadi lokasi yang strategis.

“Kemudahan akses ini, dirasakan langsung oleh Grand Dadap Mall yang terletak di Jalan Raya Perancis. Dengan kemacetan yang semakin terurai di area Dadap, pengunjung mal dari hari ke hari semakin meningkat diikuti masuknya tenant-tenant baru yang menyediakan hiburan dan kuliner,” jelas Felix Wirawan, General Manager Grand Dadap City.

Banyaknya pengembang yang berinventasi di wilayah Dadap, imbuhnya, merupakan bukti semakin berkembangnya area Dadap. Sebut saja besar seperti Agung Podomoro, Sedayu Group, Salim Group, sampai pengembang yang sedang berkembang, seperti Provident Development yang membangun Grand Dadap City.

“Kami yakin, Dadap akan menjadi area potensial dengan nilai investasi tinggi. Oleh karena, itu kami berani berinvestasi mengembangkan superblok Grand Dadap City,” tutur Felix.

Kota Baru Pantura


Lebih lanjut dia memaparkan, kerjasama pemerintah dengan swasta untuk membangun Kota Baru Pantura yang mencakup di sepanjang pesisir utara Tangerang dari pantai Dadap, Kosambi, hingga Kronjo juga sedang berjalan. Konsep pembangunan kota berbentuk pulau-pulau seluas 9.000 hektar ini akan meniru konsep kota reklamasi di China, Hongkong, dan Singapura.

Dalam hal reklamasi lahan ini, pemerintah Kabupaten Tangerang menggandeng Salim Group dan Agung Sedayu Group dalam megaproyek tersebut. Menurut rencana, di kawasan ini akan dibangun hunian, pusat bisnis dan jasa, industri, pergudangan, serta pelabuhan dan peti kemas.

Sebelumnya, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnain mengungkapkan megaproyek yang menelan investasi puluhan triliun tersebut akan dimulai dari Pantai Indah Kapuk 2 yang berbatasan dengan kawasan pantai Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang. Pulau pertama reklamasi di wilayah Kosambi.

Menurut Zaki, seluruh persyaratan dan perizinan dari Provinsi Banten maupun Kabupaten Tangerang telah rampung, tinggal menunggu izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Perhubungan.

“Grand Dadap City merupakan kawasan terpadu seluas 3,2 hektar yang hanya berjarak enam kilometer dari bandara Soekarno-Hatta dan tujuh kilometer dari megaproyek PIK 2. Potensi pengembangan bandara Soekarno-Hatta yang akan semakin diperluas dan dipercanggih, serta dukungan berbagai moda transportasi yang sedang dipersiapkan pemerintah, seperti LRT dan KRL bandara akan menjadi daya tarik tersendiri dalam perkembangan properti di sekitar bandara, khususnya kawasan Dadap,” urai Felix.

Dia menuturkan, Grand Dadap City dikembangkan oleh Provident Development, yang merupakan bagian dari Provident Group (Tower Bersama Group, Provident Agro). Tower Bersama Group sendiri telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp30 triliun.

Selain Dadap City, pengembang yang mulai beroperasi sejak September 2013 ini juga tengah mengembangkan superblok Papinka Valley (Bangka), MT Haryono dan Sudirman (Jakarta), serta Bandung dan Bali.

property.okezone.com