Potensial Jadi Bancakan, Dana Tapera Harus Diawasi dengan Benar

Big Banner

JAKARTA – Rancangan Undang-Undang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) telah disahkan pemerintah. Namun, dana Tapera tersebut dikhawatirkan menjadi dana ‘bancakan’ oleh pihak-pihak tertentu.

Terutama setelah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono mengatakan, dana Tapera pertama akan dialirkan dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan potensi dana Rp33 triliun menjadi modal untuk Tapera.

Menurut Direktur Eksekutif IPW, Ali Tranghanda, beberapa hal yang harusnya disikapi kritis oleh pemerintah. Seperti peran Manajer Investasi (MI) yang menjadi wajib dalam kelolaan dana Tapera.

“Hal ini akan membuat biaya tinggi untuk membayar MI dan keluar dari visi Tapera sebagai lembaga nirlaba,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/2/2016).

Dana yang dikelola oleh MI ini sangat besar dan berpotensi menjadi dana ‘bancakan’ dan memasuki area pengelolaan secara komersial.

“Karenanya pengawasan yang ada harus benar, karena saat ini belum ada pasal yang menyebutkan mengenai pengawasan kelolaan dana tersebut,” ungkap dia.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me