UU Tapera Jangan Sampai Terselip Tipu-Tipu

Big Banner

JAKARTA – Disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) menimbulkan berbagai anggapan. Salah satunya, ketakutan adanya penyelewengan dana Tapera tersebut.

Direktur Eksekutif IPW, Ali Tranghanda mengatakan, perwakilan dari pengusaha dan peserta harusnya hadir untuk dapat mengawasi penyaluran dana tersebut, selain peran Manajer Investasi (MI) yang menjadi wajib dalam kelolaan dana Tapera.

“Bagaimana bila kemudian investasi yang ada merugi, siapa yang tanggung jawab, karena berdasarkan UU Pasar Modal, manajer investasi tidak bisa dituntut atas kerugian yang ada. Uang rakyat dipermainkan untuk kepentingan pihak tertentu,” jelasnya.

Tapera harus diwaspadai karena memang bukan satu-satunya cara untuk merumahkan rakyat. Dengan dana Tapera yang melimpah, DPR dan pemerintah harusnya lebih paham dan sadar bahwa pasar perumahan bukan hitung-hitungan investasi sederhana karena terkait dengan kapasitas pasar, daya beli, dan supply tanah.

“Dana yang cukup saja tidak menjadi pemerintah dapat mengurangi backlog karena harga tanah terus naik dan tidak ada usaha pemerintah untuk mengendalikan harga tanah bagi masyarakat MBR,” ungkapnya.

Karenanya Indonesia Property Watch meminta secara khusus kepada pemerintah untuk menyikapi secara kritis penyelenggaraan Tapera ini dari sisi pengawasan dan implementasinya di lapangan.

“Jangan semua mengatasnamakan kepentingan rakyat, namun terselip beberapa hal yang justru membuat rakyat ‘ditipu’,” pungkasnya.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me