Pembangunan Kota Tak Libatkan Semua Pihak, Akan Cacat

Big Banner

JAKARTA – Pengamat Perencanaan Pembangunan Syahrial Loetan mengatakan, pembangunan sebuah kota yang berkelanjutan harus melibatkan semua pihak tanpa terkecuali. Bila tidak demikian, maka akan terjadinya cacat dalam pembangunan tersebut.

“Kalau tanpa satu pihak atau hilang, (akan) cacat pembangunan,” ujarnya saat ditemui di sela-sela seminar perkotaan ‘Transforming Lives – Human & Cities’ di Gedung BPPT 2, Jakarta, Kamis (25/2/2016).

Untuk itu perlu dilibatkan semua pihak ataupun unsur seperti pihak yang mendiami suatu hunian, unsur manusia, pemilik modal dan masih banyak lagi.

Pasalnya, menurut dia, hal ini dilakukan lantaran pemerintah daerah (pemda) tidak mungkin mampu mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan hanya seorang diri.

“Karena Indonesia terletak di Pemda, Pemda enggak bisa jalan sendiri,” imbuh dia.

Dia menambahkan, wewenang pembangunan berkelanjutan bukan hanya berada di ibu kota Jakarta saja, melainkan juga merupakan hak, wewenang, dan kewajiban daerah. Daerah dalam hal ini memegang peranan kunci pembangunan berkelanjutan.

“Pendapat pribadi saya, pada tahun 2.000-an sudah lebih tingkatkan otonomi daerah, jadi sebetulnya kekuasaan enggak harus Jakarta,” pungkasnya.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me