Dana Besar Tapera Bakal Diinvestasikan di Instrumen Ini

Big Banner

JAKARTA – Undang-Undang (UU) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) belum lama ini disahkan, tepatnya pada Selasa 23 Februari 2016, setelah tertunda sejak 2012.

Tapera bertujuan untuk menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang yang berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau bagi peserta.

Pengelolaan dana tabungan tersebut meliputi, pengerahan, pemupukan, dan pemanfaatan dana Tapera. Lantas, bagaimana konsep pemupukan dana Tapera?

Berdasarkan UU Tapera, Bab 3 pasal 21, pemupukan dana dilakukan untuk meningkatkan nilai dana Tapera. Terdapat dua prinsip dalam pemupukan dana tersebut, yaitu secara konvensional dan syariah.

Pemupukan keuangan dengan prinsip konvensional berupa, deposito perbankan, surat utang pemerintah pusat, surat utang pemerintah daerah, dan surat berharga di bidang perumahan dan permukiman, serta bentuk lain yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Sedangkan prinsip syariah berbentuk, deposito perbankan syariah, surat utang pemerintah pusat (sukuk), surat utang pemerintah daerah (sukuk), surat berharga syariah di bidang perumahan dan permukiman.

Dalam pemupukan tersebut, dilakukan oleh manajer investasi dan bank kustodian melalui kontrak investasi kolektif sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sebelumnya, Badan Pengelola Tapera akan menunjuk terlebih dahulu manajer investasi untuk melakukan investasi pada instrumen investasi yang aman.

Dalam pasal 8, disebutkan bahwa peserta Tapera, yakni para pekerja dan pekerja mandiri akan menjadi pemilik unit investasi dari dana tapera.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me