Kenapa Pengusaha Pusing dengan Tapera?

Big Banner

JAKARTA – Kalangan pengusaha menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) karena dinilai membebankan. Hal tersebut karena kondisi perekonomian saat ini yang dinilai belum stabil.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, disahkannya RUU tersebut dinilai tidak ada urgensinya. Terutama, menurutnya kondisi ekonomi saat ini belum stabil, di mana investor dari luar banyak harus keluar karena banyaknya PHK/

“Kita lihat kondisi ekonomi kita masih seperti ini, dikala investor dari luar cabut dari indonesia karena PHK, sekarang pemerintah membuat kebijakan dimana supaya ekonomi kita bergairah, ekonomi bergairah itu investor masuk, tenaga kerja bersedia, ini yang harus dilakukan pemerintah bukan memaksakan (Tapera),” jelasnya di Jakarta, Kamis (25/2/2016).

Menurutnya, jika pemerintah memang menginginkan agar Tapera diberlakukan, seharusnya menunggu momen yang pas. Bukan saat kondisi ekonomi yang mencoba bangkit.

“Investor mau masuk jadi ragu, belum apa- sudah ada kewajiban tambahan lagi, ada BPJS Kesehatan, Ketenagakerjaan, jaminan hari tua, cadangan terjadi PHK, banyak sekali, belum lagi kenaikan UMP sampai 14 persen, itu semuanya kebutuhan dunia usaha,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, bahwa Kadin sudah menyuarakan penolakan Tapera, namun pemerintah tetap menyesahkannya.

“Enggak tahu ya, ini dipaksakan juga, padahal dari dua mingu lalu, kadin menolak, saat ini memang di UU itu belum disebutkan iurannya, tapi akan diatur dalam PP,” jelas Sarman.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me