PP Properti Kantongi Pinjaman Rp400 Miliar

Big Banner

JAKARTA – Kembangkan ekspansi bisnis, PT PP Properti Tbk (PPRO) mendapatkan bridging loan (pinjaman) senilai Rp400 miliar dari Bank ICBC. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk pengembangan megaproyek Grand Kamala Lagoon (GKL) di Bekasi, khususnya untuk pembangunan Barclay Tower.

Direktur Keuangan PP Properti, menjelaskan kredit bertenor lima tahun diberikan dengan suku bunga 11,15 persen per tahun (floating).

“Komitmen pendanaan akan memperkuat product offering kami untuk kelas menengah. Kami juga yakin proyek ini akan disambut para konsumen karena memiliki lokasi strategis dan fasilitas lengkap,” ujar Indaryanto di Jakarta, Rabu (24/2).

Indaryanto menuturkan pinjaman Bank ICBC terhadap megaproyek perseroan berdampak positif ke konsumen karena akan memperkuat modal kerja. Hal ini akan meningkatkan kepastian bagi PPRO bahwa pembangunan tower Barclay di proyek GKL ini akan selesai tepat waktu. Sepanjang tahun lalu, proyek ini membukukan prapenjualan sebesar Rp572 miliar, sedangkan megaproyek lain yakni Grand Sungkono Lagoon (GSL) mencatatkan prapenjualan Rp425 miliar.

Dengan demikian, kedua proyek ini menyumbang prapenjualan hampir Rp1 triliun. Pada tahun ini, PPRO menargetkan marketing sales Rp2,6 triliun, atau naik 30 persen dibandingkan tahun 2014.

Dari sisi keuangan, anak usaha PTPT ini pada 30 September 2015 terbilang sangat solid, dengan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) mencapai 0,84 kali. Hal ini berarti ekuitas PPRO masih lebih besar dibandingkan dengan utang.

Sementara itu, utang bank jangka panjang PPRO sampai saat ini tercatat Rp200,32 miliar, sangat kecil dibandingkan ekuitasnya yang mencapai Rp2,12 triliun.

Sementara Tower Barclay merupakan tower ke-2 dari 40 tower yang direncanakan dibangun di kawasan GKL yang memiliki luas area 28,2 hektare (ha) di Kalimalang. Tower 1, yaitu Tower Emerald, sudah habis terjual dan dalam proses pembangunan.

Sampai 31 Januari 2016, Tower Barclay (Tower 2) dengan tinggi 44 lantai ini telah selesai dibangun 40 persen dan ditargetkan rampung pada 2018. Tower ini telah terjual sebanyak 50 persen dari 2.028 unit dengan harga Rp500 –Rp600 jutaan per unit atau Rp20 juta per m2. Selain tower apartemen, PPRO akan membangun pusat perbelanjaan dengan area sewa bersih seluas 20.000 m2 – 25.000 m2 di proyek GKL.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me