Pemkot Alokasikan Rp15,9 Miliar Garap 3 Gedung

Big Banner

YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta berencana menyelesaikan pembangunan gedung di komplek balai kota tahun ini. Untuk tiga paket proyek yang akan digarap sekaligus, pemkot mengalokasikan anggaran Rp15,9 miliar.

Kepala Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBAGD) Kota Yogyakarta, Hari Setyawacana mengatakan, sebanyak Rp8 miliar untuk Gedung Unit VIII, Gedung Unit IX Rp3,1miliar, dan Kantor Inspektorat Rp4,8 miliar.

“Tiga bangunan yang akan digarap, yang terakhir dibangun di dalam kompleks balai kota. Setelah itu, kami bisa lebih fokus menata di luar kompleks balai kota,” katanya, Rabu (24/2/2016).

Pembangunan gedung di kompleks balai kota terakhir kali dilakukan pada 2013 lalu. Yakni, Gedung Unit VII yang digunakan bagi kegiatan kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), serta Bagian Perekonomian Pengembangan Pendapatan Asli Daerah dan Kerja Sama (P3ADK).

Pada 2014 dan 2015, dimanfaatkan untuk penyusunan detail engineering design (DED). Hari menuturkan Gedung Unit VIII rencananya akan difungsikan sebagai pusat server dan basis data sekaligus kantor Bagian Teknologi Informasi dan Telematika.

Meski hanya dua lantai, kebutuhan dana cukup besar lantaran ada standar khusus yang harus diterapkan. “Spesifikasi bangunan pada unit VIII ini sangat berbeda dengan perkantoran lainnya. Terutama ada instalasi yang harus didesain secara khusus sesuai standar. Karena pusat data dan informasi pemkot akan disimpan di situ,” katanya.

Gedung Unit IX difungsikan sebagai ruang pertemuan dua lantai yang kelak bisa dimanfaatkan oleh instansi pemkot maupun lembaga lain. Terutama Tim Penggerak PKK yang kerap memiliki kegiatan rutin namun kurang memperoleh fasilitas ruang pertemuan. Kantor Inspektorat akan dibangun tiga lantai dan berlokasi di sebelah utara Masjid Diponegoro. Meski lokasinya di seberang balai kota tetap jadi bagian dari balai kota karena hanya berhadap-hadapan.

Lantai satu hanya akan dimanfaatkan sebagai lahan parkir, sedangkan lantai dua dan tiga perkantoran Inspektorat. Sementara gedung kantor Inspektorat lama yang berada di Gambiran, kelak akan difungsikan sebagai posko induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kota Yogyakarta. Ketiga proyek gedung tersebut diperkirakan akan memakan waktu pembangunan selama lima hingga tujuh bulan.

Paling lambat, proses pekerjaan fisik akan dimulai pada Mei. “Dokumen untuk pelelangan sedang kami siapkan. Harapan kami Maret sudah bisa masuk lelang,” kata Hari.

“Kami ditempatkan di mana saja siap. Yang terpenting akses jalan memadai,” katanya.

Kepala BPBD Kota Yogyakarta tidak mempersoalkan menempati gedung eks Inspektorat. Selain akses jalan memadai, di kompleks balai kota masih ada posko pemadam kebakaran.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me