Pemkot Siapkan Rusunawa Warga Bantaran Sungai

Big Banner

SOLO – Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah, menyiapkan rumah susun sederhana sewa untuk menampung warga bantaran Kali Pepe dan Sungai Anyar yang terdampak proyek restorasi Bendung Karet Tirtonadi.

“Dua ‘twin block’ rusunawa, masing-masing satu ‘twin block’ rusunawa di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo dan satu ‘twin block’ rusunawa Mojosongo,” kata Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo di Solo, Jumat (26/2/2016).

Pemkot Surakarta menargetkan pada 2016 warga bantaran sungai tersebut sudah pindah ke rusunawa. Pihaknya hingga kini terus melakukan sosialisasi tentang rencana pembangunan bendung tersebut kepada warga yang tinggal di kawasan itu.

Sekitar 300 keluarga bakal terdampak proyek restorasi bendung yang meliputi pembangunan embung Tirtonadi. Proyek embung rencananya di aliran pertemuan Kali Gajah Putih dan Kali Pepe.

Relokasi warga bantaran sungai itu akan dilakukan setelah pembangunan rusunawa di TPA Putri Cempo rampung.

“Jadi meski Bendung Karet Tirtonadi mulai dikerjakan tahun ini, tapi tak serta merta langsung memindahkan ratusan warga,” kata Hadi Rudyatmo yang akrab dipanggil Rudy itu.

Selain merelokasi warga, Pemkot Surakarta juga menyiapkan dana untuk pembongkaran bangunan.

Dia menjelaskan proyek restorasi itu sebagai hal yang mendesak dikerjakan guna mengantisipasi banjir, terutama di kawasan Solo utara yang disebabkan meluapnya air Kali Anyar dan Kali Pepe.

Kawasan rawan banjir itu, meliputi Banyuanyar, Sumber, Gilingan, dan Nusukan.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Yudi Pratondo pada kesempatan sebelumnya mengatakan Kementerian PU akan mengoptimalkan program pengendalian banjir di Kota Solo.

Salah satu proyek bakal dikerjakan adalah normalisasi Kali Pepe dari Tirtonadi hingga Jembatan Bandara Adisumarmo Boyolali.

Dia mengatakan normalisasi akan dilakukan untuk pengendalian banjir di Solo utara. Normalisasi itu dinilai mendesak agar banjir yang melanda Kota Solo pada Maret tahun lalu, tidak terulang kembali.

Banjir akibat meluapnya Kali Pepe kala itu, bahkan nyaris mendekati kediaman pribadi Presiden Joko Widodo di wilayah Sumber.

“Normalisasi Kali Pepe dilakukan dengan mengembalikan lebar sungai menjadi 40 meter sehingga dengan normalisasi diharapkan tidak lagi terjadi banjir,” katanya.

Selain itu, BBWSBS akan membuat embung penampung air di Bendung Karet Tirtonadi. Bendungan akan ditinggikan 3,5 meter sehingga mampu menampung air sekitar dua juta meter kubik.

Saat ini daya tampung air tidak sampai 500.000 meter kubik. Tampungan itu sekaligus bisa digunakan untuk cadangan air dan taman wisata air.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me