Pemerintah Pastikan Dana Tapera Aman, Ini Strateginya

Big Banner

JAKARTA – UU Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang belum lama ini disahkan oleh DPR menimbulkan pro dan kontra. Sebagian kalangan pun mempertanyakan, akan kemana larinya dana tabungan rakyat tersebut?

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Maurin Sitorus memastikan, dana yang dihimpun dari para peserta Tapera tersebut dipastikan aman, hal itu dikarenakan, peserta dalam hal ini adalah para pekerja dan pemberi kerja akan mendapat rekening tersendiri dari Bank Kustodian.

“Jadi peserta akan punya rekening sendiri di Bank Kustodian, di mana dana itu dipupuk. Jadi itu seperti di Bapertarum, bisa dicek oleh peserta, bisa via sms juga, jadi bisa dilihat kapan saja,” ujar Maurin usai diskusi UU Tapera bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Jakarta, Jumat (26/2/2016).

Namun, dia menambahkan, meski dapat dicek sewaktu-waktu oleh peserta, tetapi dana tabungan tersebut tidak dapat diambil sewaktu-waktu.

“Tidak bisa untuk saat ini, Tapera ini kan lahir tidak langsung besar, tahun pertama masih kecil, baru besar itu kira-kira 5 tahun ke atas,” kata dia.

Maurin juga mengatakan, pengelolaan dana dengan melibatkan Manajer Investasi pun dipastikan aman. Pasalnya, Manajer Investasi akan digunakan ketika adanya dana sisa yang tidak tersalurkan.

“Kan intinya program ini untuk menyalurkan pembiayaan rumah, kalau semua tersalur tidak ada sisa atau nol, maka tidak diperlukan Manajer Investasi, tapi dikala dana itu belum tersalurkan, ini harus dioptimalkan supaya nilainya tinggi dengan cara investasi,” ujarnya.

Lantas, kemana larinya? Maurin memaparkan, lari dana tersebut diinvestasikan dengan bentuk, surat utang negara surat utang pemerintah daerah, deposito perbankan, surat utang di bidang kawasan dan permukiman.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me