Pasar Perumahan Komersil Masih Bergairah

Big Banner

CIREBON – Pengembangan rumah komersil sejauh ini memang selalu terkendala masalah pemasaran. Hal ini disebabkan tingginya bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan naiknya kredit konstruksi yang cukup mengganggu bisnis mereka.

Namun, setelah Bank Indonesia (BI) menurunkan tingkat suku bunga (BI Rate), disambut gembira para pengembang. “Ini jelas memberikan dampat positif pada pertumbuhan pasar rumah non subsidi (komersil). Terlebih, dengan bunga cicilan KPR Non Subsidi menurun diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat terhadap rumah komersil,” tukas Direktur Utama PT Tulus Asih, Teddy Wijaya.

Teddy mengatakan, pasar perumahan komersil sepanjang tahun 2015 cenderung menurun. Pada tahun 2016, dengan penurunan suku bunga perbankan, diharapkan penjualan perumahan bisa tumbuh.

“Meskipun penurunan suku bunga (BI Rate) mencapai 0,25 persen, kita harapkan dapat meningkatkan pasar perumahan komersil. Sekarang ini, bunga KPR Non Subsidi masih di atas 10 persen, dan perbankan pun bisa menurunkan bunga KPR komersil di bawah 10 persen,” jelas Teddy.

Mengenai pasar perumahan subsidi, Teddy mengatakan, sepanjang tahun 2015, pasar rumah subsidi masih tetap mengalami pertumbuhan. “Kenaikan pasarnya pada tahun kemarin cukup signifikan, karena tidak terpengaruh suku bunga,” pungkasnya.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me