Timing UU Tapera Tidak Tepat

Big Banner

JAKARTA – Undang-Undang (UU) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sudah disahkan. Meski begitu, UU yang berisi 12 bab dan 82 pasal tersebut belum bisa berjalan efektif.

Ketua Kompartemen Ketenagakerjaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bob Azzam mengatakan, pemerintah agar berhati-hati dalam menjalankan UU tersebut. Penyebabnya, momentumnya saat ini dinilai tidak tepat.

“Ya tujuan bagus, tapi timing-nya perlu hati-hati sekali, karena kita saat ini sedang menghadapi pressure. Bukan karena ekonomi dalam negeri saja, di luar juga, China ini lagi slowdown,” kata Bob Azzam kepada Okezone.

Ia melanjutkan, dampak dari melambatnya ekonomi China membuat negara tersebut ‘jor-joran’ mencari investor. Dengan begitu, maka kompetitor Indonesia dalam menarik investor tidak hanya dengan negara ASEAN, melainkan juga China.

“Jadi, tujuan yang bagus itu harus didukung dengan timing yang tepat dan baik, dan konsep yang kuat, jangan sampai kita fokus ke pembangunan perumahan, tapi juga sektor lain tidak disiapkan,” ujarnya.

Bob Azzam mengatakan, sektor lain yang dimaksud adalah infrastruktur, jangan sampai hanya karena fokus terhadap perumahan, sektor tersebut terbengkalai. Dia pun mengimbau agar sektor tersebut dapat didorong secara bersamaan.

“Intinya sewaktu UU dibuat, tolong dibicarakan lebih dalam dan komprehensif. Kalau sekarang kan terlalu terburu-buru. Menurut saya, secara timing sangat tidak tepat. Menurut saya, sekarang kita perlu bertahan, karena tekanannya cukup besar,” pungkas dia.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me