Bangun Kawasan Pinggiran, Harus Dahulukan Kepentingan Umum

Big Banner

JAKARTA – Perkembangan suatu kota kini telah bergeser fungsi-fungsinya dari pusat ke daerah pinggiran. Terlebih lagi, seiring berkembang pesatnya kawasan pinggiran, telah menjadikannya kawasan yang padat layaknya pusat kota. Guna mengatasi masalah tersebut, Pengamat Perencanaan Pembangunan Syahrial Loetan mengatakan, kawasan pinggiran ini harus mendahulukan kepentingan umum.

Adapun kepentingan umum dimaksudkan, ungkap dia, lebih kepada pembangunan sarana transportasi publik yang akan menjadi pusat dari semua kegiatan penggerak perekonomian. Hal ini tentu dipandang akan memudahkan warga pinggiran. Pasalnya, banyak warga pinggiran yang memiliki mata pencaharian atau pekerjaan di pusat kota.

“Artinya apa? Orang yang tinggal di pinggir tetap berhak untuk datang ke tengah kota, misalnya dia punya job di tengah kota. Oleh sebab itu faktor penyiapan public transportation, bukan harus seperti kereta bawah tanah. Tapi boleh bus atau LRT, di dalam perencanaan kota itu, itu ‘kan pusat dari semua kegiatan ekonomi,” ujarnya kepada Okezone, saat ditemui di Jakarta belum lama ini.

Menurut Syahrial, bila faktor ini tidak disiapkan dengan baik, maka tentu akan menjadi permasalahan tersendiri. Maka dari itu, mulai muncul istilah perbedaan antara orang tinggal di pinggir kota dan tengah kota.

Akan tetapi, bila faktor kepentingan umum tersebut disiapkan dengan baik, sehingga warganya mendapatkan akses yang layak, maka tidak akan terjadi banyak keluhan dari penduduk di kota tersebut.

“Kalau akses itu tidak disiapkan baik, tentunya akan problem. Tapi kalau misalnya kalau akses kereta sudah ada, orang enggak akan komplain, jadi dibuat public transportation. Itu adalah suatu faktor keperluan yang menjadi satu jawaban untuk membuat kota tetap efisien. Itu single factor-nya,” pungkasnya.

(dhe)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me