Simak berita menarik di bursa saham hari ini

Big Banner

JAKARTA. Menemani aktivitas anda di akhir pekan ini, kami menyuguhkan sejumlah berita di halaman bursa saham Harian KONTAN edisi Sabtu 30 Agustus 2014, berikut ini.

Profil PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA)

PT HD Finance Tbk (HDFA) kini berganti nama menjadi PT Radana Bhaskara Finance Tbk. Manajemen menilai, transformasi HD Finance menjadi Radana Finance merupakan langkah besar menyempurnakan perusahaan dalam meraih kepercayaan masyarakat. Hal ini sekaligus sebagai cermin semangat untuk berkembang.

Direktur HDFA Andoko beberapa waktu lalu mengatakan, perubahan itu terkait masuknya PT Tiara Marga Trakindo (TMT) sebagai pemegang saham mayoritas. Pada Maret 2013, TMT membeli saham HDFA milik PT HD Corpora dan Wealth Paradise Holding Limited. Tiga bulan kemudian, TMT menjadi pemegang saham mayoritas HDFA dengan kepemilikan 55,81%.

Pasca akuisisi, HDFA terus meningkatkan kinerjanya. Manajemen HDFA yakin, didukungan pengendali baru, perusahaan semakin tangguh, percaya diri dan siap memenangkan pasar.

Untuk mewujudkan hal itu, HDFA mempunyai sejumlah strategi. Misalnya, melakukan diversifikasi produk dan program. Kemudian menggeber berbagai ekspansi bisnis. Juga memakai SDM berkualitas melalui program pelatihan berkelanjutan dan proses rekrutmen selektif.

PT Modernland Realty Tbk (MDLN)

Setelah menahan ekspansi di paruh pertama tahun ini, pengembang properti mulai menyiapkan perluasan lahan. PT Modernland Realty Tbk (MDLN), misalnya, berencana mengakusisi lahan pada akhir tahun ini.

MDLN akan membeli lahan baru seluas 650 hektare. “Di semester pertama kami masih wait and see dengan kondisi politik. Saat ini sudah mulai stabil, maka kami akan memperluas lahan,” ujar Cuncun Wijaya, Sekretaris Perusahaan MDLN kepada KONTAN, Jumat (29/8).

Untuk ekspansi lahan baru, manajemen MDLN mungkin mengincar tanah yang berlokasi di sekitar proyek MDLN, yakni di wilayah Jakarta Timur dan Cikande Banten.

Demi menyukseskan aksi korporasinya, manajemen MDLN mengalokasikan dana Rp 682,5 miliar. Jumlah tersebut setara 70% dari total belanja modal atau capital expenditure tahun ini yang mencapai Rp 975 miliar. Sumber dananya berasal dari kas perusahaan.

PT Benakat Integra Tbk (BIPI)

PT Benakat Integra Tbk (BIPI) telah mengumumkan laporan keuangan semester pertama tahun ini. Hasilnya, BIPI mencatatkan laba bersih sekitar US$ 18,73 juta, hanya tumbuh 3,31% dibandingkan periode saham tahun lalu yang senilai US$ 18,13 juta.

Pencapaian laba bersih BIPI tak sebanding dengan pertumbuhan pendapatan. Di separuh pertama tahun ini, emiten  saham energi ini mengantongi pendapatan sekitar US$ 159,34 juta. Jumlah tersebut melonjak sekitar 325% ketimbang setahun lalu atau year-on-year (yoy).

Laba bersih BIPI stagnan lantaran beban keuangannya cukup besar. “Meningkatnya beban keuangan sehubungan dengan akuisisi,” ungkap Remanja Dyah Intan Suri, Sekretaris Perusahaan BIPI, kepada KONTAN, Jumat (29/8).

Nah, beban keuangan BIPI melonjak sebesar 239% dari posisi sebelumnya US$ 8,81 juta menjadi US$ 29,88 juta di semester pertama tahun ini. Kemudian, beban pokok BIPI melambung 302% (yoy) menjadi US$ 71,61 juta.

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

Penjualan minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) milik PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) selama tujuh bulan ini melempem. Hingga Juli 2014, perusahaan hanya menjual 779.477 ton minyak sawit, turun 11,8% dibandingkan periode Juli tahun lalu, yang mencapai 884.180 ton.

Untung harga komoditas sedang bagus. Hubungan Investor AALI Rudy Limardjo menyebutkan, di Januari- Juli lalu,  harga rata-rata penjualan CPO AALI mencapai Rp 8.687 per kilogram. “Harga tersebut naik 29,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di harga Rp Rp 6.701 per kilogram,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Jumat, (29/8).

Hingga Juli 2014, penjualan kernel AALI masih naik 8,8% dari 186.191 ton menjadi 202.595 ton. Selain itu, anak usaha grup Astra ini baru menjajal bisnis hilir, yaitu olein. Perusahaan telah menjual sebanyak 120.376 ton olein.

Data Oil World menunjukkan, selama tujuh bulan di tahun ini, produksi CPO Malaysia meningkat 6,6% menjadi 10,73 juta ton. Pertumbuhan ini lebih kencang dibanding tahun lalu, yakni 2,3%. Sepanjang tahun ini, produksi CPO Malaysia diproyeksikan tumbuh 2,8% menjadi  19,75 juta ton.

PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP)

PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) menambah modal anak usahanya PT Baradinamika Mudasukses senilai Rp 89,5 miliar. Dana yang disuntikkan itu berasal dari hasil penawaran umum terbatas alias initial public offering (IPO) yang digelar pada Juli lalu.

Usai transaksi tersebut, modal dasar Baradinamika yang semula Rp 80 miliar, meningkat menjadi Rp 200 miliar. Adapun, modal ditempatkan dan disetor penuh yang tadinya senilai Rp 20 miliar, naik menjadi Rp 109,5 miliar.

“Dana itu akan digunakan untuk pengembangan fasilitas pelabuhan milik Baradinamika,” ujar Direktur Utama MBAP, Khoirudin dalam keterangan resmi, Jumat (29/8).

Emiten batubara ini memang ingin menambah kapasitas pelabuhan di Malinau, Kalimantan Utara melalui Baradinamika. Sejumlah fasilitas pelabuhan yang akan dibangun, seperti conveyor system, bangunan, overhaul mesin, serta penggantian peralatan.

Selama ini, pelabuhan milik MBAP berkapasitas 2,5 juta ton batubara per tahun. Setelah pembangunan itu selesai, kapasitas akan meningkat menjadi 5 juta ton per tahun.

Editor: Sandy Baskoro

investasi.kontan.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me