Revitalisasi Pasar Titi Kuning Masih Tunggu IMB

Big Banner

MEDAN – Plt Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan, Benny Sihotang, mengaku tidak mengetahui rencana pelebaran Jalan Brigjend Zein Hamid yang akan mengenai Pasar Titi Kuning.

Pasalnya, mereka sendiri belum menerima pemberitahuan terkait hal tersebut. Menurut Benny, selama tidak ada pemberitahuan, akan tetap melanjutkan revitalisasi pasar tersebut sesuai rencana awal. “Belum ada pemberitahuan sama kami. Saya sendiri juga tidak tahu kalau itu masuk rencana pelebaran jalan,” ungkap Benny di Kantor Wali Kota Medan.

Dia menjelaskan, akan mengikuti aturan apabila revitalisasi terkena dampak rencana dari pelebaran jalan. Pihaknya akan mengikuti sesuai arahan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan. Sebab, setiap pengurusan izin nantinya akan tertera jelas, batas lahan mana saja yang boleh dibangun atau tidak.

Sejauh ini pihaknya sudah mengajukan permohonan izin mendirikan bangunan (IMB) kepada Dinas TRTB Kota Medan. “Izinnya sudah kami masukan. Mungkin sedang diproses mereka. Setiap mendirikan bangunan harus melalui izin, termasuk revitalisasi ini. Dari sana juga akan tahu, mana batasan yang tidak boleh dan mana yang diperbolehkan. Kami akan tunggu itu dan siap mengikutinya,” ucapnya.

Dia juga mengakui tidak ada koordinasi dengan Dinas TRTB Kota Medan maupun Bappeda Kota Medan terkait rencana revitalisasi tersebut. Menurutnya, pihaknya tidak perlu berkoordinasi dengan dinas terkait. Mengingat, mereka sama seperti masyarakat lainnya yang mengurus IMB.

“Saya rasa tidak perlu berkoordinasi. Kami sama dengan masyarakat lainnya yang mengurus IMB. Permohonan kami masukan dan menunggu proses. Berapa retribusinya dibayarkan. Jadi, tidak perlu,” ucapnya.

Dia memaparkan, apabila nantinya lahan pasar tersebut terkena rencana pelebaran jalan, akan ada ganti rugi lahan. Maka, ganti rugi lahan juga didapat PD Pasar karena asetnya masuk terkena dampak pelebaran jalan. Berapa nanti yang dibayarkan atau diterima tergantung lahan yang terkena pelebaran.

Sementara itu, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, mengungkapkan, rencana revitalisasi pasar tersebut tergantung IMB yang dikeluarkan Dinas TRTB Kota Medan.

“Kita lihat IMB-nya nanti. Sebelum dikeluarkan IMB, ada kajian dan mekanisme yang harus diikuti. Nanti dari proses itu juga bisa dilihat, apakah bisa dilakukan atau tidak. Kalau tidak semuanya, berapa yang bisa dibangun. Makanya, lihat saja nanti IMB-nya,” tandasnya.

(Reza Shahab / Koran SINDO)

(dhe)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me