Reklamasi Teluk Benoa, Masyarakat Bali Ngadu ke Menteri Susi

Big Banner

JAKARTA – Siang ini Kantor Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti didatangi sejumlah pemuka masyarakat Bali. Kedatangan ini bertujuan untuk menyampaikan pendapat mereka mengenai rencana reklamasi Teluk Benoa.

Perwakilan Adat II Wayan Suarsa dari Kuta mengatakan 23 desa adat di Bali telah menyatakan sikapnya. Dia menilai ada hal yang belum dipahami investor tentang benoa.

“Tentu ada yang lupa diperhatikan, padahal itu harusnya ada di Amdal, ada hal yang sangat sederhana dan investor belum paham, sekalipun belum banyak pihak paham apakah Teluk Benoa itu kawasan yang suci, kalau memang betul terjadi pendangkalan karena ada sedimentasi, kenapa bukan lumpurnya yang dibersihkan,” tegasnya, Senin (29/2/2016).

Di tempat yang sama, Perwakilan dari Tanjung Benoa Made Wijaya menjelaskan, Bali berbeda dengan Jakarta. Pihaknya menolak mentah rencana reklamasi Benoa dan sudah mengadukan ke Gubernur Bali.

“Kami tiga tahun berjuang, kami sampaikan apresiasi ke Ibu Susi untuk mendengar. Gubernur Bali belum pernah turun ke bawah apa yang kami inginkan. Bali ini tidak sama dengan Jakarta. Bali ini adalah budaya. Tapi dengan membuat megaproyek dan mal seperti Jakarta ini sangat bertentangan dengan hati nurani kami,” imbuhnya.

Pihaknya mempertanyakan, pihaknya sebenarnya ingin tahu sebenarnya ini kepentingan pihak siapa.

“Kalau negara kami hormati, kami tahu pasal 33 tapi ini kepentingan investor, yang ingin menjadikan Bali seperti Singapura,” tegasnya.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me