IHSG masih akan bergerak flat

Big Banner

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi di akhir pekan. Jumat (29/8), IHSG ditutup pada level 5.136,86 atau turun 0,92% dari penutupan sebelumnya. Selama sepekan ini IHSG turun 1,2%.

Sementara Bursa Asia yang tercermin dalam indeks MSCI Asia Pacific naik tipis 0,1% ke level 148,03 pada pukul 16.03 waktu Hongkong pada Jumat (29/8). Selama sepekan Bursa Asia turun 0,33%.

Setiawan Efendi, analis Phintraco Securities mengatakan, pergerakan IHSG selama sepekan ini lebih banyak dipengaruhi isu seputar kenaikan harga BBM bersubsidi. “Pelaku pasar searusnya merespon positif, karena mau tidak mau BBM memnag harus naik,” paparnya. Namun isu BBM subsidi ini secara tidak langsung memnuat rupiah menjadi turun.

Purwoko Sartono, analis Panin Sekuritas mengatakan, presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menolak menaikkan BBM bersubsidi di era pemerintahannya mendapat respon negatof dari pasar. “Kenaikan BBM mnejadi tidak pasti,” ujarnya.

Sementara dari regional, kondisi makro Amreika Serikat yang cukup positif bisa menjadi pendorong kenaikan IHSG. “Tetapi investor lebih fokus ke isu dalam negeri,” imbuh Purwoko.

Selama sepekan ke depan, Purwoko memperkirakan para pelaku pasar menunggu data ekonomi dalam negeri seperti inflasi dan neraca perdagangan yang biasanya dirilis awal pekan. “Dari regional tidak terlalu banyak, hanya data manufatur China yang juga rilis awal pekan,” imbuhnya.

Purwoko menduga IHSG selama sepekan ke depan akan bergerak flat pada kisaran 5.100 – 5.211. Setiawan pun menebak IHSG selama sepekan ke depan bergerak sideways pada rentang 5.075 – 5.275.

Editor: Hendra Gunawan

investasi.kontan.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me