Gambaran perdagangan saham sesi kedua

Big Banner

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum berhasil keluar dari zona merah pada akhir transaksi sesi I hari ini (29/8). Data RTI menunjukkan, pada pukul 11.30 WIB, indeks berakhir di level 5.176,62 atau turun 0,15%.

Analis First Asia Capital David Sutyanto bilang, IHSG mengalami aksi ambil untung menyusul sentimen negatif pasar saham kawasan global. Kebetulan, kembali meningkatnya tensi ketegangan di Ukraina semakin memberatkan langkah bursa global.

“Pergerakan IHSG masih akan berfluktuatif dalam rentang konsolidasi,” tandas David. Support terdekat IHSG saat ini berada di level 5.145, sementara target resistance masih berada pada rentang 5.200-5.225.

Sementara, Riset Sinarmas Sekuritas menyebutkan, support terdekat IHSG saat ini berada pada level 5.168. Adapun target resistance terdekatnya berada di level 5.210.

Riset tersebut juga memaparkan, langkah IHSG diberitakan oleh sentimen negatif global soal konflik antara Ukraina dan Rusia kembali bergejolak.

Bursa juga terpapar data ekonomi Jepang. Data perekonomian Jepang yang dirilis diantaranya data inflasi Juli yang naik tipis ke level 3,4% year on year (yoy), angka pengangguran yang berada di level 3,8% serta ritel yang berada di level 0,5% yoy.

Sedangkan analisa Henan Putihrai siang ini menjelaskan, pelemahan IHSG dipicu oleh sikap pelaku pasar yang wait and see menunggu manuver politik dalam negeri selanjutnya. Sikap ini dimanfaatkan pelaku pasar dengan aksi ambil untung. 

Menurut perkiraan Henan Putihrai, jika batas IHSG support di level 5.165 tembus pada sesi II nanti maka indeks berpotensi menutup gap pada kisaran 5.077-5.088 dan 5.113-5.127. Level support terdekat selanjutnya pada level 5.140-5.145, sedangkan resistance terdekat pada kisaran 5.195-5.200.

Editor: Edy Can

investasi.kontan.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me