Para Pelaku Industri Furniture Ikuti Tren Lima Tahunan

JAKARTA – Interior ruangan selalu memiliki tren-nya sendiri. Dalam siklus lima tahunan, biasanya tren tersebut berubah. Hal itu juga yang mempengaruhi selera orang terhadap sebuah desain interior.

Menurut Sales Manager PT Saniharto, Agus Jati Nugroho, berubahnya selera orang terhadap desain interior membuat perusahannya turut mengikuti tren yang berkembang. Alhasil, setiap produksi yang dilakukan dia lebih banyak mengikuti desain sesuai pesanan saja.

Salah satu produk yang dipamerkan dalam Pameran Furniture Indonesia dan Mozaik Indonesia 2016, Saniharto memadu padankan gaya klasik dan modern dalam desain interiornya seperti meja, kursi, sofa, hingga dinding dari kayu.

“Bahannya kita campur ada yang dari lokal dan luar negeri seperti Jerman. Gayanya sendiri klasik masuk modern juga masuk,” ujar Agus kepada Okezone belum lama ini..

Dalam setiap produksi, Agus mengakui bahwa pihaknya hanya memproduksi interior sesuai dengan pesanan yang datang.

“Harus sesuai pesanan, kecuali ready stock, bisa satuan atau satu paket, kalau satuan meja saja kita bandrol Rp25 juta, kursi Rp6 juta, memang segmen kita menengah atas, pasarnya juga paling banyak dari Amerika,” jelasnya.

property.okezone.com