Inilah ringkasan berita bursa saham hari ini

Big Banner

JAKARTA. Berikut ini sejumlah berita bursa saham Harian KONTAN edisi Jumat (29/8) yang bisa anda nikmati.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menjadikan tahun 2014 sebagai tahun investasi. PGAS mendapatkan pinjaman sindikasi senilai US$ 650 juta.

Pinjaman ini bertenor lima tahun. Dimana US$ 590 juta dari dalam negeri dan US$ 60 juta sisanya dari luar negeri.  Sementara itu, bunganya masing-masing LIBOR ditambah 2,25% dan LIBOR plus 2%. Fasilitas itu dari sindikasi lima bank yakni, Australian and New Zealand (ANZ) Banking Group Limited, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd (BTMU), dan Citigroup Global Markets Singapore Pte Ltd.

Heri Yusup, Sekretaris Perusahaan PGAS mengatakan, fasilitas itu untuk mengembangkan bisnis gas bumi. Ini respon PGAS atas program pemerintah yang menggalakkan konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas bumi.

“Dana hasil pinjaman itu akan digunakan mengembangkan seluruh proyek gas bumi kami,” kata Heri pada KONTAN, Kamis (28/8). Saat ini, PGAS sedang menggarap beberapa pembangunan infrastruktur gas bumi di beberapa wilayah.

PGAS sedang membangun jaringan pipa transmisi gas bumi Kalimantan-Jawa (Kalija) dari Lapangan Gas Kepodang menuju ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas-Uap (PLTGU) Tambak Lorok – PT Indonesia Power, Semarang, Jawa Tengah.

PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU)

Keinginan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) mendongkrak produksi batubara di tahun ini direstui pemerintah. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan tambahan kuota produksi 1,85 juta ton jadi 24,2 juta ton.

“Sampai saat ini, kinerja BRAU masih sesuai rencana untuk dapat mencapai target produksi,” tulis Singgih Widagdo, Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BRAU dalam rilis, Rabu (27/8).

Sebelumnya, BRAU sempat tidak puas dengan keputusan Kementerian ESDM yang hanya memberikan kuota produksi 2014 22,35 juta ton. Padahal, realisasi produksi batubara tahun lalu 23,5 juta ton.

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)

Merger perusahaan asal Swiss Holcim Ltd dan produsen asal Prancis Lafarge SA menjadi aksi mengejutkan bagi industri semen dunia. Terbentuknya nilai pasar US$ 60 miliar dari perusahaan hasil gabungan itu menimbulkan kewajiban divestasi aset Holcim-Lafarge di negara yang berpangsa pasar besar.

Terkait hal tersebut, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mengincar aset divestasi Holcim-Lafarge. “Kami berpeluang bisa mengambil-alih, karena HolcimLafarge memiliki kewajiban menjual aset” ungkap Ahyanizzaman, Direktur Keuangan SMGR, Kamis (28/8). Tapi manajemen SMGR tak menjelaskan secara mendetail rencana akuisisi aset HolcimLafarge.

Di Indonesia, Grup Holcim berbisnis semen melalui PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) yang berbasis di Jawa. Adapun Grup Lafarge memiliki anak usaha PT Lafarge Cement Indonesia (dulu PT Semen Andalas Indonesia) yang memiliki pabrik di Aceh.

Editor: Sandy Baskoro

investasi.kontan.co.id