Sertifikasi Broker Properti untuk Lindungi Profesi

Big Banner
Lukas Bong, Ketua DPD Arebi DKI Jakarta sedang memberikan keterangan terkait sertifikasi broker didampingi pengurus DPD Arebi DKI Jakarta

Lukas Bong, Ketua DPD Arebi DKI Jakarta sedang memberikan keterangan terkait sertifikasi broker didampingi pengurus DPD Arebi DKI Jakarta

BERITA PROPERTI – Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) mengajak seluruh pelaku usaha broker untuk bergabung dalam asosiasi guna meningkatkan kualifikasi dan memperoleh perlindungan lebih pasti terhadap profesi. Ajakan ini terangkum dalam acara roadshow AREBI DKI Jakarta di Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dimana sejak Sejak awal tahun ini, kalangan broker juga sudah memiliki Lembaga Sertifiaksi Profesi Broker Properti sehingga lebih siap untuk bersaing di era Masyarakat Ekonomi Asean. Arebi adalah asosiasi broker properti yang sudah berdiri sejak 1992 dan menjadi satu-satunya asosiasi broker properti resmi. Arebi beranggotakan badan usaha resmi yang kini sudah sekitar 800 badan usaha, dengan 390 di antaranya di DKI Jakarta.

Ketua DPD Arebi DKI Jakarta Lukas Bong mengatakan, Keuntungan menjadi anggota Arebi adalah networking luas, co-broking antar anggota, training dan seminar, menjadi lebih profesional, menangani bersama primary project, komisi lebih besar, perlindungan hukum dan menjunjung kode etik Arebi.

Untuk meningkatkan profesional dan kualitas kalangan broker, sepanjang tahun ini Arebi menyelenggarakan berbagai kegiatan, antara lain roadshow dengan berbagai tema dan basic training untuk broker. Lukas menjelaskan, tahun ini sudah memulai pelatihan (training) sertifikasi dan telah menghasilkan dua angkatan, di mana masing-masing angkatan ada sekira 40-50 broker yang mengikuti dan sudah tersertifikasi. Ditargetkan, semua broker yang tergabung dalam Arebi DKI Jakarta pada 2017 akhir sudah bersertifikasi semuanya

Dengan adanya lembaga sertifikasi broker properti yang dibawah paying hukum pemerintah, Kementerian Perdagangan akan membuat broker lebih profesional dan dihargai. Menurut Lukas, selama ini banyak broker yang dihargai murah untuk jasa profesinya. “Padahal, pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan No.33/M-DAG/PER/8/2008 telah mengatur tentang batas minimal komisi sebesar 2% dari nilai penjualan produk. Di Arebi, seluruh anggota berhak atas komisi minimal 2,5%,” imbuhnya.

Saat ini Arebi sudah bekerja sama dengan Real Estate Indonesia (REI) sebagai organisasi kalangan pengembang agar kerjasama profesional lebih terjamin. Arebi juga sudah merintis kerjasama dengan lawyer untuk memayungi anggota dengan hukum yang pasti.

propertynbank.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me