Lippo Cikarang akan Giatkan Pembangunan Apartemen

Big Banner

(Berita Daerah – Jabodetabek) PT Lippo Cikarang Tbk, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengintensifkan pembangunan apartemen sebagai reaksi terhadap pertumbuhan penduduk di wilayah setempat yang semakin pesat. Pada tahun ini, Lippo meluncurkan produk The Suites Tower – Trivium Terrace Apartments yang berbasis ekonomi.

Hunian sebanyak 304 unit yang berlokasi di Kawasan Trivium Lakeside Park ini memiliki harga bersaing mulai dari Rp418 juta hingga Rp1,9 miliar yang berada di area seluas 20.601 meter persegi.

Apartemen baru tersebut diyakini akan mengikuti jejak sukses dua produk sebelumnya, yaitu North Tower sejumlah 342 unit yang diluncurkan di November 2012 dan South Tower sejumlah 422 unit di bulan Februari 2013.

Keyakinan dalam merilis The Suite Tower karena kondisi pasar yang kompetitif saat ini, di mana permintaan terhadap produk apartemen cukup menjanjikan, khususnya pasar ekspatriat yang mendominasi investasi di kawasan Cikarang dan sepanjang Koridor di Belahan Timur Jakarta.

Sebelumnya, Lippo Cikarang meraih penghargaan Green Property Awards (GPA) untuk kelima kalinya dari Majalah Housing Estate karena dinilai mengadopsi kaidah ramah lingkungan (green). Lippo Cikarang masuk sebagai pemenang di antara sejumlah pengembang di Jabodetabek, Bandung dan Surabaya.

PT Lippo Cikarang Tbk sebagai pengembang Kawasan (urban developer) yang mengusung konsep “Integrated Township” telah menerima dua penghargaan, yaitu: Green Property Awards dan Housing Estate Favourite Residential Awards 2013. Klaster Vassa Residence di Kawasan Lippo Cikarang (3.000 ha) Bekasi telah diunggulkan dalam ajang tersebut.

Lippo Cikarang menerima Green Property Awards 2013 untuk kriteria Green Transportation, kategori perumahan kota (>500 ha), karena pengembangan perumahaan diintegrasikan dengan pengembangan kawasan industri di satu lokasi.

Dengan demikian, para pekerja industri yang tinggal di dalam dan di sekitar perumahan akan lebih mudah dan murah menjangkau tempat kerja dengan angkutan umum.

Saat ini, ada sekitar 800 industri yang beroperasi di Lippo Cikarang dengan sekitar 320.000 orang yang beraktivitas setiap harinya. Sudah puluhan perumahan dibangun oleh Lippo Cikarang dalam hitungan unit sekitar 14.000 ribu rumah dengan 40.000 jiwa penduduk.

Sementara itu, Lippo Group telah memperoleh izin dari Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, berinvestasi pada dua bidang usaha. Pembangunan yang sedianya terintegrasi 4 bentuk usaha, yaitu rumah sakit, sekolah, hotel dan pusat perbelanjaan. Namun, yang direkomendasikan hanya hotel dan pusat perbelanjaan.

Pembangunan dua gedung bangunan oleh Lippo Group jelas hanya akan dapat menampung tenaga kerja separuh dari jumlah yang diharapkan dan juga jumlah investasi semakin kecil dari nilai awalnya. Namun, setidaknya pemerintah juga harus memperhatikan masukan dari masyarakat karena ada beberapa di antara yang berbeda persepsi tentang keberadaan rumah sakit dan sekolah.

Lippo Group telah menyerahkan dokumen Amdal ke Pemkot Padang terkait dibangunan dua bidang usaha tersebut. Sebab, sesuai ketentuan pembuatan izin mendirikan bangunan (IMB), salah satu syarat utamanya harus memiliki dokumen itu.

Sekarang ini pihak Lippo Group sudah dapat mengurus IMB dalam melakukan pembangunan dua unit bidang usaha di Kota Padang. Setelah IMB keluar, pihak Lippo Group untuk segera melakukan pembangunan gedung tersebut.

Nilai investasi untuk pembangunan itu sendiri tetap pada kisaran Rp1 trilyun lebih. Jika sebelumnya nilai strukturnya mendekati Rp2 trilyun, jika tanpa sekolah dan RS maka nilainya sekitar RP1,3 trilyun. Sebab, bentuk bangunan akan persis sama, hanya saja tidak ada rumah sakit dan sekolah.

Meskipun dua usaha yang akan dibangun, namun tak mengurangi nilai investasi. Nilai struktur dari pembangunan hotel dan pusat perbelanjaan masih tetap di atas Rp1 trilyun, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 1.500 orang.

Setelah batalnya pembangunan rumah sakit dan sekolah, hal itu tak menyurutkan niat Lippo Group untuk berinvestasi pada reklamasi Pantai Padang dengan nilai mendekati Rp10 trilyun. Lippo tetap akan berinvestasi untuk reklamasi selagi masyarakat Padang menginginkan hal tersebut.

(et/EA/BD)

Pic: ant

beritadaerah.co.id