Mengenal Karateristik Desain Postmodern

Big Banner

JAKARTA – Selama ini mungkin masyarakat Indonesia hanya mengenal desain arsitektur rumah sebatas minimalis, modern, kontemporer, split level, tradisional, atau gaya eropa. Nama desain “postmodern”, kemungkinan masih terdengar asing di telinga.

Dikutip dari Wikipedia, postmodern adalah gaya yang pernah dipopulerkan pada tahun 1970-an dan 1980-an, serta merupakan pertentangan dari desain modern yang minimalis, simpel dan lugas. Prinsip utama desain ini adalah kompleksitas, kontradiksi, dan cenderung menampilkan sisi yang maksimal dari suatu ruangan.

Desain interiornya pun lebih menekankan titik emosional, dan membebaskan diri dari aturan ketat fungsionalis modernisme klasik. Hal ini dicapai dengan memadukan campuran bahan dan sudut yang tidak konvensional dan simetris.

Humor dan suasana hati juga menjadi elemen umum dalam lingkungan postmodern, guna menghadirkan ruangan yang nyaman bagi tubuh, pikiran dan jiwa. Tak hanya itu, desain interior postmodern juga dianggap mampu memberikan energi dan suasana kegembiraan. Sesuai dengan kaidahnya yakni “Form follows Emotion”.

Ciri spesifiknya

Postmodern selalu terfokus pada minimalisme dan organisasi. Oleh karena itu, gaya ini memegang teguh beberapa hal berikut seperti dikutip laman hgtv.ca;

  1. Menyoroti dan menonjolkan garis lurus bersih pada furnitur dan arsitektur
  2. Bentuk sederhana
  3. Dekorasi minimalis
  4. Memiliki fungsi yang tinggi
  5. Penjajaran dan kontras dari elemen desain

Selain itu, gaya postmodern juga dikembangkan menjadi beberapa tren, seperti;

  1. Klasik modernisme, desain yang anggun dari Yunani kuno.
  2. Gaya Memphis, dimulai oleh Ettore Sottsass di tahun 1980-an. Gaya ini memamerkan kebebasan berekspresi dalam bentuk dan warna.
  3. Deconstruktivisme, menekankan bentuk dan desain tanpa mematuhi aturan struktural normal. Desain unik nan aneh karya Frank O. Gehry salah satunya.
  4. Gaya berteknologi tinggi (High tech style), menekankan tampilan elemen industri dan struktural dengan cara yang nyata atau dekoratif.

Berkembangnya inspirasi desain di era sekarang, menyebabkan sulitnya membedakan karateristik antara desain postmodern asli dengan desain “postmodern”. Nah, seperti apakah desain eksterior dan interior postmodern yang khas? Simak rangkuman gambar berikut ini.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me