Waspadai Tiga Masalah Utama Atap Rumah

Big Banner

Jakarta – Indonesia sebagai negara tropis mengenal dua musim, yaitu panas dan hujan. Praktis hal itu membuat para pemilik rumah untuk memberi perhatian khusus kepada rumah yang ditinggalinya. Selain agar tetap nyaman, rumah yang dirawat dengan baik bisa membuat nilai rumah tetap terjaga.

Pada musim panas, rumah juga dapat mengalami kerusakan seperti retak retak dan cat rumah menjadi kusam kalau tidak dirawat dengan baik. Begitu juga ketika musim hujan, terlebih bila atap rumah mengalami kebocoran. Sudah barang tentu kondisi itu akan merepotkan para penghuni rumah.

Bagi sebagian kalangan, kondisi curah hujan yang tinggi mampu memberikan manfaat positif bagi kehidupan. Namun, bagi sebagian kalangan lainnya, kondisi tersebut seringkali malah menjadi kendala. Masyarakat dituntut untuk selalu waspada karena akibat buruk dari cuaca ekstrim seperti kali ini, bakal selalu mengintai. Bahkan, dapat menghambat aktifitas sehari-hari, utamanya saat beraktifitas di luar ruangan.

Curah hujan yang tinggi dapat memicu berbagai masalah seperti banjir dan kerusakan pada bangunan rumah. Beberapa hal yang kerap ditemui di rumah adalah masalah atap bocor, dinding lembab, korsleting listrik, dan beberapa risiko lain yang dapat membahayakan penghuni rumah.

Periksa Talang

Salah satu tips penting merawat rumah ketika hujan adalah memeriksa bagian talang. Laman itu menyebutkan, jika rumah ada pepohonan, daunnya yang gugur bisa menutup talang, atau debu yang bertumpuk bisa membuat sedimentasi sehingga pembersihan bagian talang rumah ini cukup penting terhadap bahaya kebocoran.

Periksa Kerpusan atau Hubungan

Plesteran semen di bagian ini seringkali menimbulkan kebocoran sehingga perlu diperiksa rutin. Jika ada keretakan diplester lagi dan diberi waterproofing.

Dinding Rumah

Bagian dinding rumah yang terkena langsung air hujan juga mesti mendapat perhatian. Untuk merawat dinding seperti itu antara lain dengan lapisan cat yang weather coat (weathershield), jika dengan lapisan cat yang biasa maka akan rawan lembab, dan mengelupas. Sedangkan dinding luar yang retak harus dibobok dulu kemudian diplester dan di-waterproofing.

Investor Daily

Imam Muzakir/FER

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me