Sinar Mas Land Berminat Terbitkan DIRE

Big Banner

JAKARTA – Pemerintah telah menurunkan Pajak Penghasilan (PPh) final Dana Investasi Real Estat Indonesia (DIRE) atau yang juga dikenal dengan Real Estate Investment Trust (REITs) dari 5 persen menjadi 0,5 persen. Hal ini disambut positif oleh pengembang, terutama Sinar Mas Land yang menyatakan ketertarikannya untuk menerbitkan DIRE.

Akan tetapi, menurut Director and Corporate Secretary PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), Hermawan Wijaya, dalam menerbitkan DIRE, pihak perseroan membutuhkan waktu.

Adapun waktu yang dibutuhkan lantaran mengingat produk DIRE yang akan dijual berupa ekuitas (equity) dan pendapatan tetap (fixed income) dari entitas-entitas perusahaan, sehingga dalam menyatukannya dalam satu perusahaan membutuhkan suatu restrukturisasi.

“Kita tertarik, tapi kan tentunya butuh waktu. Untuk membuat suatu DIRE itu membutuhkan suatu restrukturisasi dulu di dalam aset dipindah-pindahkan dulu atau dijual ke satu company. Itu butuh waktu,” ujarnya di Jakarta, Rabu (30/3/2016).

Oleh sebab itu, pihaknya juga belum mempertimbangkan berapa besaran imbal hasil (yield) DIRE yang kelak akan perseroan terbitkan. Sebab, pertimbangan yield harus disesuaikan dengan permintaan dari para investor.

“Tergantung investornya dia mau berapa. Saya belum tahu,” imbuh dia.

Terlebih lagi mengingat investor yang berminat berinvestasi dalam DIRE tidak hanya berasal dari dalam negeri saja melainkan juga dari luar negeri.

Rata-rata para investor luar negeri, lanjut Hermawan, akan membandingkan berapa besaran yield yang akan didapat. Ditambah lagi faktor tingkat suku bunga di Indonesia masih berada di kisaran double digit. Ini akan mempengaruhi pertimbangan perusahaan real estate dalam pemberian yield DIRE kepada investor.

Dia mencontohkan negara Singapura yang menjanjikan yield DIRE tergolong cukup rendah yakni 7 persen bila dibandingkan tingkat suku bunganya yang sebesar 0,72 persen.

“Mereka (investor DIRE) rata-rata akan membandingkan. Di Singapura yield sekitar 7 persen. Itu kalau dibandingkan suku bunga Singapura kan rendah sekali. Kita sih angka segitu pasti susah di sini, apalagi kalau suku bunga kita masih double digit. Enggak mungkin kita kasih yield di bawah suku bunga yang misalnya 11 persen,” pungkasnya.

property.okezone.com