Pebisnis Properti Mulai Bidik Kebutuhan “Startup”

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com– Internet memungkinkan para pebisnis muda yang tengah sibuk dengan fenomena startup saat ini bekerja secara “remote”. Namun, banyak di antara mereka menyadari pentingnya berada di suatu tempat untuk bekerja bersama-sama.

Hal itu dikemukakan Ivan A Sandjaja, Director Ciputra Incubator and Accelerator Office of Internal Relations, pada diskusi ‘Peluang dan Tantangan di tahun 2016’, Kamis (31/3/2016), di Marketing Gallery Citra Towers. Selain Ivan, diskusi tersebut mengundang sejumlah pelaku startup dan wirausaha muda, termasuk narasumber Yasa Singgih, pendiri Men’s republic.

Menurut dia, proses brainstorming dan problem solving merupakan proses penting dalam startup. Keduanya perlu dilakukan bersama-sama di satu tempat agar prosesnya lebih efektif dan efisien untuk memunculkan ide-ide inovatif.

“Selain itu, kebutuhan berinteraksi dengan sesama pelaku startup juga sangat dibutuhkan untuk berbagi ide,” ujar Ivan.

Sesuai selera mudanya, lanjut dia, para pelaku startup tersebut lebih memilih style casual. Mereka tak suka formalitas. Pergi “bekerja” bagi mereka haruslah dengan pakaian yang nyaman. Untuk itulah, office space yang mereka pakai sehari-hari juga harus bisa mencerminkan gaya tersebut.

Ruang yang dibutuhkan tidak perlu besar, tetapi terasa nyaman untuk bekerja. Selain itu mereka juga perlu area refreshing seperti lounge, ruang rapat yang casual, dan juga receptionist.

Demi menangkap kebutuhan itulah PT Ciputra Residence memperkenalkan Citra Towers Kemayoran. Luas ruang kantor yang dimulai dari 18 m2 itu dirancang untuk mengikuti selera pelaku startup. Selain itu,hal terpenting disiapkan di sini adalah jaringan infrastruktur internet dari berbagai internet provider.

“Fasilitas-fasilitas yang disediakan ini menjawab kebutuhan startup dalam hal efisiensi biaya. Kantor ini juga sudah memegang sertifikat green concept Excellence in Design for Greater Efficiency yang akan menekan biaya operasional sehari-hari, karena penghematan energinya sampai 27 persen dan penghematan air hingga 45 persen,” ujarnya.  

Terbukti, bukan hanya di lingkup bisnis ritel dan jasa, pebisnis di sektor properti juga mulai melirik potensi pertumbuhan startup di Indonesia. Peluang bisnis semakin terbuka lebar.

Dia mengatakan startup adalah salah satu dari sekian banyak peluang itu. Istilah yang relatif baru ini merujuk pada usaha baru menghadirkan inovasi untuk menambah nilai-nilai baru di masyarakat.

“Kata kuncinya inovasi. Tanpa itu, tidak bisa disebut sebagai startup,” ujar Ivan.

Namun, menurut Yasa Singgih, pendiri Men’s republic, hal terpenting saat ini bagi penggiat startup adalah harus saling berkolaborasi satu sama lainnya. Bergaul di lingkungan yang tepat akan sangat memudahkan mereka berkembang cepat.

“Dengan berada di jejaring yang luas akan memudahkan mereka membuka koneksi untuk mendapatkan dana dari investor. Tapi, hal paling esensial dari startup bukan hanya mendapat funding itu, tapi bagaimana impact-nya ke masyarakat,” ujar Yasa.

Ke depan, kemajuan internet semakin mengikis batas-batas yang dulu menekan laju gerak bisnis konvensional. Beragam toko online terus hadir dan berkompetisi tanpa perlu menyewa ruang fisik sebagai tempat memajang produk. Bahkan, mereka tidak butuh lagi sales promotion girl. Cukup kerja di satu tempat, konsumen datang sendiri.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me