Tips Berjualan Di Apartemen

Big Banner

Jakarta,SolusiProperti.com-Menurut Ben Abadi dari Konsultan Bisnis dan Marketing dari Ben Abadi Rapid Profit, konsumsi paling tinggi di apartemen adalah barang dan jasa. “Usaha yang bersifat daily product dan lifestyle cocok dibuat di apartemen. Apalagi orang-orang yang tinggal di apartemen ingin kemudahan dan kepraktisan,” terang Ben.

Usaha di bidang inilah yang diyakininya akan berkembang dengan baik di apartemen. Terutama, produk-produk kebutuhan sehari-hari, seperti makanan atau jasa laundry.  Selain itu, lembaga pendidikan (bimbingan belajar), dan salon, juga memiliki prospek berkembang tak kalah bagus di lingkungan hunian vertikal.

Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, kata Ben, agar usaha yang dibuka di apartemen bisa sukses di kemudian hari. Antara lain:

1. Cermati tingkat keterhunian apartemen.
Ini paling penting, karena target utama dari usaha yang berada di lingkungan apartemen adalah para penghuni apartemen. Pebisnis tidak bisa mengharapkan pembeli yang berasal dari orang luar. Sebagus apapun barang dan jasa yang ditawarkan tapi tidak ada pembelinya, tentu akan menjadi percuma saja.

2. Lihat kompetitor.
Akan menimbulkan menjadi pemain bisnis pertama dan satu-satunya di sebuah lingkungan apartemen. Selalu ada risiko untuk yang pertama. Apalagi untuk brand yang masih baru, risiko kegagalan akan semakin besar. Meski begitu, menjadi yang pertama tidak akan menjadi masalah asalkan brand product sudah cukup kuat dan pebisnis merasa percaya diri atas produknya.

3. Lokasi kios atau ruko.
Letak kios atau toko akan menentukan tingkat penjualan produk. Lokasi terbaik adalah kios atau ruko yang memiliki aksesbilitas tinggi, artinya sering dilewati penghuni. Jika terpaksa mendapat tempat yang tidak begitu strategis, kegiatan promosi harus diperkuat, seperti penyebaran brosur atau pemasangan spanduk.

4. Segmentasi produk.
Ini berkaitan dengan jenis produk yang akan dipasarkan, apakah produk menengah ke bawah, menengah, atau menengah ke atas. Penentuan produk ini harus disesuaikan dengan segmentasi penghuni apartemen yang bersangkutan.

5. Buat diferensiasi! 
Intinya, jangan berikan produk yang sama  ke konsumen. Tak perlu khawatir kalah saing bila Anda bisa membuat diferensiasi usaha. Sebagai contoh, jika telah ada jasa laundry reguler, buat perbedaan dengan membuka jasa laundry kiloan. Jika konsep awal berbeda, hal-hal detail lain akan menyusul, begitu pula dengan penyesuaian harganya. (YN)

solusiproperti.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me